
MARTAPURA – Grup Tarbiyatul Aulad dinobatkan sebagai Juara I Festival Festival Becatuk Dauh Kabupaten Banjar Tahun 2026. Grup dari Desa Mekar ini berhasil mengungguli Al Munir yang merupakan juara tahun sebelumnya dengan selisih satu poin.
Malam Grand Final Festival Becatuk Dauh 2026 yang diselenggarakan Disbudporapar Kabupaten Banjar menampilkan sembilan finalis yang berunjuk kebolehan di Alun-alun Ratu Zaleha Martapura hingga Kamis (5/3) pukul 02.00 Wita.
Salah satu dewan juri Muhammad Syahid mengatakan, persaingan pada babak grand final berlangsung sangat ketat. Hal itu terlihat dari selisih nilai yang sangat tipis di antara para peserta.
“Nilai peserta benar-benar ketat. Saat skoring, hanya tersisa dua grup dengan selisih nilai sangat tipis, sehingga kami perlu berunding kembali. Selebihnya sudah berdasarkan angka yang objektif,” ucapnya.
Ia menjelaskan, penilaian lomba tidak hanya berfokus pada teknik memukul beduk, melainkan juga mencakup kekompakan vokal, syair Islami, serta busana yang dikenakan peserta.
Ia menyebutkan, meski jumlah peserta tahun ini tidak terlalu banyak dibanding tahun sebelumnya, namun muncul peserta kategori pelestari yang diharapkan mampu melanjutkan tradisi Becatuk Dauh ke generasi berikutnya.
Sementara, perwakilan juara I Grup Tarbiatul Aulad, Raden mengaku bersyukur atas kemenangan yang di raih usai penantian selama lima tahun terakhir.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh anggota grup yang ingin membawa pulang piala bergilir Bupati dan Wakil Bupati Banjar.
“Perasaan kami campur aduk, tentu sangat senang. Ini juga menjadi kebanggaan bagi desa kami, khususnya Desa Mekar,” ujarnya.
Raden menambahkan, persiapan menuju grand final dilakukan secara intensif selama sekitar dua bulan latihan.
Grand final di tutup dengan pengumuman para pemenang dengan masing-masing grup menerima trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan yang diserahkan Kepala Disbudporapar Banjar bersama dewan juri. ril/dio

