
JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap adanya praktik permainan harga daging ayam oleh pengepul (middleman) dalam rantai distribusi.
Praktik tersebut disebut menyebabkan harga daging ayam di tingkat konsumen naik signifikan meski produsen tidak menaikkan harga.
Amran mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil pemantauan pemerintah terhadap distribusi komoditas pangan, termasuk daging ayam dan telur.
“Yang menaikkan ternyata middleman Daging dia naikkan (hingga) Rp23 ribu per kilogram (kg). Ayam dinaikkan Rp8.000. Untuk distributor besarnya itu enggak benar, karena produsennya sudah tidak menaikkan,” kata Amran di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jakarta Utara.
Ia menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik manipulasi harga di rantai distribusi pangan. Jika terbukti melakukan pelanggaran, perusahaan yang terlibat dapat dikenai sanksi tegas. “Ini ditindak. Kami minta disegel, ditutup. Kan ada HAP (harga acuan penjualan), enggak boleh dilanggar,” ujarnya.
Secara regulasi, pemerintah telah menetapkan batas harga acuan untuk komoditas daging ayam ras melalui Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 6 Tahun 2024 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen untuk komoditas jagung, telur ayam ras, dan daging ayam ras.
Dalam aturan tersebut, HAP daging ayam di tingkat produsen ditetapkan sebesar Rp25 ribu per kg, sementara HAP di tingkat konsumen dipatok Rp40 ribu per kilogram.
Namun, data pemantauan harga pangan menunjukkan rata-rata harga daging ayam ras nasional pada pekan keempat Februari 2026 mencapai sekitar Rp41.013 per kg, atau sudah berada di atas harga acuan konsumen. Secara bulanan, harga ayam tercatat naik sekitar 2,21 persen dibandingkan Januari 2026.
Kenaikan harga juga terjadi di sebagian besar wilayah Idonesia. Sekitar 58,06 persen wilayah tercatat mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras.
Bahkan hingga akhir Februari 2026, tercatat 209 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga daging ayam. Dalam catatan pemantauan harga, harga tertinggi tercatat mencapai Rp100 ribu per kg di Kabupaten Intan Jaya, sementara harga terendah berada di kisaran Rp25 ribu per kg di sejumlah daerah. cnn/mb06

