Mata Banua Online
Selasa, Maret 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Komisi III Mendorong Peningkatan PAD

by Mata Banua
5 Maret 2026
in DPRD Kalsel
0

 

Saat rapat Komisi III DPRD Kalsel dengan UPTD/BLUD Mitra Kerja .rds

BANJARMASIN-Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Apt. Mustaqimah, S.Farm., M.Si ada usulan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerah.

Berita Lainnya

Rais Ruhayat Apresiasi Kepedulian Perusahaan kepada Warga Banjarmasin

Rais Ruhayat Apresiasi Kepedulian Perusahaan kepada Warga Banjarmasin

8 Maret 2026
Suripno Dorong Pembentukan UPZ Kepada Masyarakat

Suripno Dorong Pembentukan UPZ Kepada Masyarakat

8 Maret 2026

Hal itu disampaikan saat rapat Komisi III DPRD Kalsel dengan UPTD/BLUD Mitra Kerja .

Oleh karena itu, ia juga berkomitmen untuk turut mendorong peningkatan PAD tersebut, salah satunya dengan memberikan dukungan terhadap pengadaan dan penguatan alat-alat yang diperlukan.

Tadi juga sempat disampaikan terkait sekitar 5 ribu limbah medis yang masih menjadi persoalan dalam hal pembuangannya. Namun, untuk pengelolaan limbah medis tersebut memang bukan menjadi kewenangan mereka secara langsung. Kewenangan terkait limbah medis lebih berada pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Oleh karena itu, pada saat kita melakukan pertemuan dengan DLH nanti, hal ini mungkin dapat kita bahas lebih lanjut agar mendapatkan solusi yang lebih jelas,” ujar Mustaqimah di Banjarmasin,Kamis ( 5/3).

Pihak tadi juga menyampaikan bahwa persoalan limbah medis memang bukan ranah mereka, sehingga mereka tidak dapat membahasnya secara mendalam.

Selain itu, mereka juga menjelaskan bahwa kendala yang dihadapi bukan dari sisi teknis, tetapi lebih pada keterbatasan anggaran, terutama untuk penambahan alat-alat operasional. Keterbatasan tersebut menjadi tantangan bagi mereka.

Di satu sisi, memang ada upaya untuk meningkatkan PAD, khususnya melalui UPTD. Namun kendala utama yang mereka hadapi adalah keterbatasan peralatan.

Selain itu, mereka juga harus bersaing dengan pihak swasta. Jadi persaingan yang terjadi tidak hanya antarinstansi pemerintah provinsi, tetapi juga dengan perusahaan swasta yang bergerak di bidang yang sama.rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper