BANJARMASIN – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan mencatat 31.724 orang risiko stunting di provinsi itu telah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD atau 3B hingga 27 Februari 2026.
“Distribusi MBG kini sudah mencapai lebih dari 50 persen dari total target keluarga risiko stunting, dengan 141 dari sekitar 200 lebih SPPG aktif menyalurkan makanan bergizi kepada penerima manfaat,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel Farah Adibah saat Rakorda Bangga Kencana 2026 di Banjarmasin, Kamis.
Ia menyebutkan penerima MBG berasal dari keluarga risiko stunting (KRS) yang telah dipetakan melalui basis data BKKBN.
“Kelompok sasaran program mencakup ibu hamil semua trimester, ibu menyusui dengan bayi usia 0–6 bulan, dan balita non-PAUD berusia 6–59 bulan,” ucapnya.
Ia menyampaikan bahwa penentuan sasaran program tidak didasarkan pada status prasejahtera, melainkan pada risiko stunting yang telah diidentifikasi dari data lapangan. Semua keluarga risiko stunting, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, sudah terpetakan.
Selanjutnya, kata dia, data penerima dibagikan kepada penyuluh keluarga berencana (KB) untuk ditindaklanjuti di lapangan melalui koordinasi dengan bidan desa dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah masing-masing.
Ia menegaskan Program MBG bertujuan memperkuat pemenuhan gizi kelompok rentan yang wajib terdaftar di posyandu wilayah masing-masing agar bantuan tepat sasaran.
Pelaksanaan melibatkan kader pendamping, termasuk IMP Bangga Kencana, penyuluh KB/PLKB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan posyandu.
“Sasaran ditentukan melalui sistem By Name By Address (BNBA) dari aplikasi SIGA, diverifikasi berjenjang oleh penyuluh KB dan kader TPK hingga tingkat desa sebelum distribusi MBG dilakukan,” ujar Farah Adibah. ant

