
BANJARMASIN – Jembatan Cemara Ujung – Sungai Andai ( CUSA) seharusnya rampung akhir Desember 2025 lalu. Namun, hingga saat ini jembatan tersebut belum bisa dilewati. Di muara jembatan baik dari arah Cemara Raya maupun Sungai Andai masih dihalangi batu dan ditutup dengan kandang seng.
Dari pantauan di lapangan, jembatan tersebut sebenarnya tinggal proses pengaspalan pada oprit serta beberapa finishing lainnya, baru bisa dilewati masyarakat. Kurang lebih sudah dua bulan berlalu, jembatan sepanjang 260 meter dengan lebar 3,5 meter itu tak juga kunjung diresmikan dan tak juga beroperasi hingga dipertanyakan warga.
Salah satu warga, Suratno berharap jembatan penghubung dua kelurahan tersebut bisa dilintasi masyarakat umum. Mengingat jembatan ini sudah rampung berbulan-bulan lamanya. Namun sangat disayangkan sampai saat ini tak kunjung beroperasi.
“Kayaknya tinggal sedikit lagi dan kami berharap proyek ini diselesaikan sehingga jembatan bisa difungsikan sebagaimana mestinya,” ujarnya, Rabu (4/3).
Tujuan Pemko Banjarmasin membangun jembatan CUSA untuk mengurai kemacetan sekaligus mempersingkat perjalanan masyarakat saat hendak menuju Cemara Ujung maupun ke Sungai Andai.
Fendi, pemilik warung yang tak jauh dari Jembatan Cusa mengungkapkan, banyak warga silih berganti yang lewat sengaja mampir untuk melihat proyek tersebut.
“Mereka penasaran, jembatan ini sudah rampung atau belum, karena belum berfungsi sampai saat ini,” ucapnyai.
Padahal, lanjut Fendi, jembatan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 36 miliar dan terbagi dua tahap pengerjaannya itu sudah pernah diujicobakan. Namun, setelah itu tak ada kabar kapan beroperasinya.
“Mungkin kendalanya jalan sebelah sana dan jalan sebelah sini di jembatan itu masih belum benar-benar selesai. Belum lagi pembuatan gorong-gorong baru selesai di sebelah sana tapi di sini belum yang membuat jembatan belum bisa difungsikan,” jelasnya.
Meski demikian,beberapa warga setempat sudah mulai melintasi jembatan itu dengan jalan kaki untuk menyeberang.
“Warga juga menyadari lantai jembatan itu licin apalagi saat hujan. Mungkin nanti bisa dilapis beton atau aspal biar enak dilintasi. Ya intinya segeranya selesai biar bisa difungsikan karena ini jadi jalan alternatif masyarakat,” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah menyebutkan, meski jembatan sudah rampung dan diuji coba, namun perlu penguatan oprit terlebih dahulu. Terutama pada sisi Sungai Andai karena ujung jembatan berada tepat di belokan sungai dan tumbukan air.
Menurut Suri, kondisi itu tentunya sangat rentan membuat kontruksi jembatan turun hingga perlu penguatan terlebih dahulu sebelum bisa dilintasi masyarakat.
“Jadi ada perkuatan terlebih dulu,” tutur Suri.
Penguatan kontruksi bagian oprit jembatan itu sendiri berdasarkan analisis tim ahli dari ULM yang mana sedikit berbeda dengan desain sebelumnya.
“Otomatis ada tambahan anggaran untuk penguatan oprit sisi Sungai Andai ini dan masih dihitung. Kalau tidak, tentu akan berpengaruh pada jembatan dan nantinya tidak akan berfungsi optimal,” paparnya. via

