
PARINGIN-Program Bersedekah Jadi Amal (Bersahaja) SMK Negeri 1 Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan memberikan bantuan 30 siswa Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Audio Video, dan Teknik Elektronika Industri.
Kepala SMKN 1 Paringin, Syahruddin mengatakan, bantuan ini wujud nyata kepedulian dan solidaritas sekolah berupa dukungan pendidikan senilai Rp500.000 per siswa.
“ Program ini bukan sekadar berbagi, tetapi pembelajaran karakter dan ketulusan siswa sebagai bukti kepedulian bisa tumbuh kuat dari lingkungan pendidikan,” jelas Syahruddin.
Sebelumnya penyaluran bantuan dilaksanakan bersamaan kegiatan Pesantren Ramadan di Masjid Al Akbar Paringin, untuk menambah suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Syahruddin menilai, selama ini kerja tim dari konsentrasi keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik hampir satu dekade menunjukkan dedikasi luar biasa.
Tim tak hanya mengelola dana, tetapi membangun budaya solidaritas dan yang nantinya mewariskan nilai kepada seluruh siswa SMKN 1 Paringin.
Program Bersahaja sendiri lahir dari inisiatif siswa dan guru konsentrasi TITL pada tahun 2017 dan mulai disalurkan tahun 2018.
Sejak saat itu, seluruh sumber dana program hingga saat ini berasal dari sedekah siswa di konsentrasi keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Dana dikumpulkan secara rutin dan dikelola langsung siswa di bawah pendampingan guru, sehingga menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, transparansi, dan tanggung jawab.
Pada periode 2018-2023, bantuan difokuskan bagi siswa konsentrasi TITL. Sejak tahun 2024, program ini mulai memperluas penerima manfaat ke seluruh konsentrasi keahlian di SMKN 1 Paringin sebagai gerakan solidaritas sekolah secara menyeluruh.
Hingga tahun 2026, total 303 siswa telah merasakan manfaat program ini. Dalam proses penyaluran, orang tua turut dilibatkan dan bantuan langsung disalurkan ke rekening tabungan pribadi siswa melalui orang tua masing-masing.
“Kami ingin memastikan pemanfaatan dana yang tepat, transparan, dan menghadirkan sinergi antara keluarga dan sekolah,” jelas Syahruddin.[an/mb03}

