
BANJARBARU – Kerugian akibat bencana sosial yang didominasi kebakaran pemukiman penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan dalam bulan Januari hingga Februari 2026 mencapai Rp 7,850 miliar.
“Jika dibandingkan bulan Januari lalu, kerugian bencana sosial bulan Februari sebesar Rp 4,450 miliar atau terjadi peningkatan sekitar Rp 1 miliar,” ucap Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Senin (2/3).
Menurut Madi –sapaan akrabnya, kerugian bencana sosial itu terbesar di alami Kabupaten Balangan sekitar Rp 2,7 miliar di susul Kota Banjarmasin ditaksir Rp 1,350 miliar.
Selain itu, kerugian cukup besar juga di alami Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sekitar Rp 1,350 miliar, Tabalong Rp 750 juta, Hulu Sungai Tengah (HST) Rp 650 juta, dan Kabupaten Banjar Rp 450 juta.
Kemudian, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) sekitar Rp 300 juta, Tanah Laut (Tala) Rp 250 juta, Tapin sekitar Rp 50 juta, dan Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Barito Kuala (Batola) dan Kotabaru nihil.
Ketika ditanya frekuensi bencana sosial selama dua bulan ini, Madi mengungkapkan tercatat ada 29 kali kebakaran, yakni terbanyak di Kabupaten Balangan tujuh kali, HSS lima kali, dan Kota Banjarmasin empat kali.
Selanjutnya, Kabupaten Banjar tiga kali, Tabalong dan HST masing masing dua kali, Tapin, Tanah Laut dan Tanah Bumbu masing-masing satu kali.
“Bencana sosial tersebut menyebabkan 45 kepala keluarga (KK) atau 157 jiwa kehilangan tempat tinggi, dan dua orang mengalami luka-luka, yakni masing-masing di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tabalong,” ujarnya.
Akibat bencana sosial itu, lanjutnya, juga menyebabkan 42 rumah penduduk mengalami rusak berat, enam buah rusak sedang, dan enam buah rumah rusak ringan.
Pada kesempatan itu, Madi mengingatkan masyarakat Kalsel yang bermukim di kawasan padat penduduk dan rawan kebakaran untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi resiko akibat bencana tersebut. ani

