
BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas mengharapkan harga berbagai kebutuhan pokok di provinsinya tidak tambah naik lagi jelang lebaran.
“Alhamdulillah hingga sepuluh hari puasa Ramadhan 1447 Hijriah tidak terjadi gejolak harga, kendati dari komoditas tertentu alami kenaikan. Tapi hadapi lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tak alami kenaikan lagi,” ujar Suripno dikonfirmasi, Senin.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalsel itu juga berharap agar pemerintah daerah cepat tanggap dan segera melakukan operasi pasar guna pengendalian jika terjadi gejolak harga.
Begitu pula para agen agar melepas persediaan di gudang sehingga harga berbagai kebutuhan tidak mengalami kenaikan signifikan supaya masyarakat jangan sampai teriak, harap Anggota DPRD Kalsel tiga periode tersebut.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin itu juga mengimbau warga masyarakat agar jangan “panic buying” (pembelian panik), tapi belilah secukupnya/tidak berlebih-lebihan.
“Karena panic buying bisa memicu gejolak/kebaikan harga. Sebab tidak menutup kemungkinan spekulan untuk ikut bermain,” lanjut alumnus Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat itu.
Suripno mengutip data Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, bahwa persediaan daging dan telur ayam cukup hadapi lebaran Idul Fitri 1447 H, bahkan berlebih
Berdasarkan laporan Disbunnak Kalsel, produksi daging ayam broiler provinsi setempat Tahun 2025 mencapai 123.330.490 kg, sementara kebutuhan lokal hanya sekitar 52.649.028 kg atau 43 persen dari total produksi.
“Dengan demikian, daging ayam broiler terdapat surplus cukup signifikan, dan Kalsel sebagai daerah surplus ayam pedaging dengan konsumsi per kapita 18,73 kg per tahun,” kutipnya.
Begitu pula komoditas telur ayam ras, total produksi mencapai 114.010.250 kg, sedangkan kebutuhan daerah sekitar 50.001.385 kg dengan konsumsi 27,28 kg per kapita per tahun. “Berarti kebutuhan telur dipastikan aman dan berlebih,” katanya.
Sementara data distribusi bibit ayam (DOC) Januari 2026 menunjukkan total produksi 8.213.300 ekor DOC broiler, dengan 84 persen atau 6.907.898 ekor terserap di Kalsel
Selain itu, DOC layer (ayam petelur) sebanyak 127.500 ekor sepenuhnya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan daerah.
“Hal tersebut menunjukkan ketahanan sektor hulu yang kuat serta kesinambungan produksi menjelang momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idul Firti mendatang (1447 H),” demikian Suripno Sumas. ant

