Mata Banua Online
Senin, Maret 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Impor Ilegal Bikin UMKM Terjerat Kredit Macet

by Mata Banua
1 Maret 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

Ia menegaskan persoalan yang di­ha­dapi UMKM bukan terletak pada ske­ma pembiayaan Kredit Usaha Rak­yat (KUR), melainkan pada lemahnya da­ya saing pasar.

“Jadi problemnya itu bukan di prog­ram KUR-nya. Problemnya itu pa­da saat UMKM itu kita bantu dengan ak­ses pembiayaan yang sudah cukup be­sar, sampai Rp1.600 triliun di tahun se­karang ini, UMKM stagnan,” ujar Maman.

Berita Lainnya

Marak Penipuan Catut Nama Bank Kalsel

Marak Penipuan Catut Nama Bank Kalsel

1 Maret 2026
Mudik Lebih Awal

Mudik Lebih Awal

1 Maret 2026

Ia menjelaskan stagnasi terjadi ka­rena pelaku UMKM kesulitan menjual pro­duk di tengah serbuan barang impor mu­rah, terutama dari China. Kondisi ter­sebut membuat produk lokal kalah be­r­saing di pasar domestik.

“Karena tadi, marketnya, dia pro­duksi barang nggak mampu jual. Kalau di­jual, bersaing dengan produk impor d­ari China, akhirnya mati. Apa dam­paknya? Kredit macet,” katanya.

Dur­­ation 1:59

Maman menambahkan, ketika kre­dit macet meningkat, pelaku UMKM tidak mampu membayar utang sehingga menimbulkan persoalan sosial yang le­bih luas. Ia menyebut dampaknya­ bu­kan hanya pada rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), tetapi juga pada kondisi rumah tangga pelaku usaha.

“Setelah kredit macet, nggak mam­pu bayar tang. Setelah nggak mampu ba­yar utang, berantem lah suami istri. Anak nggak bisa sekolah. Jadi problem so­sial,” ucapnya.

Ia menekankan persoalan UMKM ha­rus dilihat secara menyeluruh, tidak se­mata-mata dari sisi pembiayaan.

“Kalau melihat dari perspektif UMKM, dari sisi akses pembiayaan, im­pact-nya itu bukan cuma NPL. Im­pact-nya itu bukan cuma NPL,” tegas Maman.

Oleh sebab itu, Maman men­ye­butkan tengah berkoordinasi dengan ke­menterian terkait untuk bisa mem­basmi impor ilegal hingga kea­kar­nya. Sebab, tak bisa dipungkuri permainan kotor ini masih terjadi karena ada ok­num.

Ia menyebutkan bahkan telah ter­bukti ada pengusaha ekspedisi bekerja sama dengan pegawai dari Bea dan Cukai untuk menyelundupkan barang impor masuk ke pasar domestik.

“Saya udah sampaikan. Ini biang onar ini perusahaan kargo yang bermain de­ngan oknum di Bea Cukai. Saya su­dah pernah ngomong itu. Jadi, tran­saksinya itu adalah perusahaan kargo tuh, bener kan tangkap OTT. Bang! Ter­lihat kan ya transaksinya setiap hari di­kasih ke oknum. Terbukti,” jelasnya.

Maman yakin praktek ini tidak han­ya terjadi pada satu perusahaan kargo, se­hingga memang perlu memperketat atur­an untuk membasmi sampai ke akarnya.

“Pertanyaannya apakah cuma satu pe­rusahaan kargo blu-ray itu aja tuh? Nggak mungkin. Dan belum lagi pintu-pin­tunya tuh. Bukan cuma di Tanjung Priok, bukan cuma di Semarang, bukan cu­ma di Surabaya, tapi di mana-mana. Ini lah yang sedang kami atur dan butuh pengawasan dari berbagai pihak,” pu­ng­kasnya. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper