Mata Banua Online
Jumat, Februari 27, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Gusti Iskandar Soroti ProgramMBG Tentang Selera Anak

by Mata Banua
26 Februari 2026
in DPRD Kalsel
0

 

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Program Kalsel,Gusti Iskandar Sukma Alamsyah

BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel),Gusti Iskandar Sukma Alamsyah soroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan, terutama terkait kualitas makanan, kesesuaian dengan selera anak, dan pengawasan pengelola dapur.

Berita Lainnya

DPRD Kalsel Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan 2027

DPRD Kalsel Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan 2027

26 Februari 2026
CSR Perusahaan Diharapkan Dirasakan Masyarakat Sekitar

CSR Perusahaan Diharapkan Dirasakan Masyarakat Sekitar

26 Februari 2026

Intinya bukan soal harga atau anggaran, tetapi apakah makanan benar-benar dimakan dan bermanfaat bagi anak-anak.

” Penerima manfaat tidak optimal nilai paket hampir Rp10.000 per anak, tetapi manfaatnya belum maksimal.Di beberapa sekolah, makanan tidak dimakan oleh siswa.

Akhirnya makanan diambil atau dihabiskan oleh pengelola sekolah atau dapur,” ujar Gusti Iskandar Sukma Alamsyah di Banjarmasin,Rabu ( 25/ 2).

Artinya program tidak tepat sasaran walaupun anggaran sudah ada.Masalah utama bukan harga, tapi rasa (Taste) Anak-anak terutama tingkat SD sangat dipengaruhi rasa dan tampilan makanan

Jika tidak sesuai selera,anak tidak mau makan dan makanan terbuang.

“Tujuan peningkatan gizi tidak tercapai Gizi bisa dihitung secara angka, tetapi selera anak harus diperhatikan secara nyata di lapangan,”jelasnya.

Ia juga menambahkan standar gizi tidak selalu sesuai praktik.Secara konsep sudah ada standar kalori dan kebutuhan gizi.Namun implementasi di dapur sering

tidak sesuai standar,tidak menarik,tidak praktis untuk anak-anak.

Solusi sederhana lebih efektif anda mengusulkan pendekatan yang lebih sederhana, misalnya ,1 butir telur ,1 buah pisang.

Menu sederhana yang disukai anak-anak Pendekatan seperti ini,lebih mudah dimakan, tidak terbuang,lebih tepat sasaran

lebih realistis,pengawasan harus diperketat.

Program ini merupakan amanat Presiden dan tujuannya sangat baik, yaitu meningkatkan gizi anak,mendukung generasi sehat,mencegah masalah gizi di masa depan.

Namun keberhasilan program sangat bergantung pada pengawasan dapur MBG evaluasi rutin.

Penyesuaian menu dengan kondisi lapangan..rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper