Mata Banua Online
Selasa, Februari 24, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Stok Minyak Goreng Dijanjikan Aman

by Mata Banua
23 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Ketersediaan minyak goreng na­si­o­nal selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026 di­pas­tikan dalam kondisi aman. Holding Per­kebu­­nan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo menyatakan telah me­ni­ng­kat­kan produksi crude palm oil (CPO) dan minyak go­reng ritel guna mengantisipasi lonjakan kon­sum­si musiman.

Direktur Utama PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, pola kenaikan permintaan men­je­lang hari besar keagmaan sudah di­petakan sejak awal tahun. Pe­ru­sahaan, kata dia, mengeksekusi ske­nario peningkatan produksi le­bih dini untuk mencegah ga­ng­gu­an pasokan dan tekanan harga di pasar.

Berita Lainnya

Gerakan Pasar Murah

Gerakan Pasar Murah

23 Februari 2026
Harga Telur Ayam dan Cabai Rawit Melonjak

Harga Telur Ayam dan Cabai Rawit Melonjak

23 Februari 2026

“Kami memahami tren per­min­taan selalu meningkat jauh se­belum Ramadhan. Karena itu, pe­ni­ngkatan produksi sudah di­ran­cang sejak awal tahun. Stok ba­han baku dalam kondisi aman un­tuk meenuhi kebutuhan do­mes­tik,” ujar Jatmiko dalam k­e­te­ra­ng­an tertulis, dikutip pada Senin.

Data perusahaan me­nun­juk­kan produksi CPO Januari 2026 me­nembus lebih dari 200 ribu ton atau melampaui target bulanan. Un­tuk periode puncak konsumsi pa­da Maret-April, PalmCo me­nar­getkan produksi meningkat le­bih dri 10,5 persen menjadi se­ki­tar 225.940 ton pada April.

Kenaikan produksi ini dinilai pe­n­ting untuk enjaga stabilitas har­ga minyak goreng, yang da­lam beberapa tahun terakhir kerap ber­gejolak menjelang Ramadhan ak­i­bat lonjakan permintaan rumah ta­ngga dan distribusi an­ta­r­wi­la­yah.

Di sektor hilir, anak usaha PalmCo, PT Industri Nabati Le­tari (INL), turut menaikkan pro­duksi minyak goreng ritel. Target pro­duksi pada Maret dipatok se­kitar 4,2 juta liter dan kembali di­naikkan sekitar 7,6 persen men­jadi lebih dari 4,55 juta liter pa­da April 2026.

Pelaksana Tugas Direktur INL Drwin Hasibuan men­ya­takan seluruh kapasitas produksi se­mentara difokuskan pada me­rek program pemerintah, Minyak Kita. Produksi sejumlah merek ko­mersial ditunda guna me­mas­ti­kan pasokan minyak goreng ber­subsidi tersedia luas di pasar.

“Seluruh jaur distribusi dan ka­pasitas produksi kami dedi­ka­sikan penuh untuk Minyak Kita agar pasokan di pasar melimpah dan harga tetap terjangkau,” ujar Darwin.

Minyak Kita merupakan me­rek minyak goreng sederhana ya­ng didistribusikan dengan harga ecer­an tertinggiyang telah di­te­tap­kan pemerintah. Fokus pada me­rek ini diharapkan mampu me­n­ja­ga daya beli masyarakat selama Ra­madhan.

Selain peningkatan volume pro­duksi, PalmCo mengklaim te­tap menjaga standar k­e­ber­lan­jut­an. Dari 71 pabrik kelapa sawit ya­ng dikelola, 67 pabrik atau 94,36 persen telah tersertifikasi Ro­undtable n Sustainable Palm Oil (RSPO), sementara 68 pabrik atau 95,77 persen mengantongi ser­ti­fikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Perusahaan juga memperkuat sistem keterlacakan bahan baku me­lalui integrasi data kebun dan pab­rik di sejumlah unit produksi, se­hingga asal-usul tandan buah seg­ar dapat ditesuri hingga sum­ber­nya. rep/mb06

Stok Minyak Goreng Dijanjikan Aman

JAKARTA – Ketersediaan minyak goreng na­si­o­nal selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026 di­pas­tikan dalam kondisi aman. Holding Per­kebu­­nan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo menyatakan telah me­ni­ng­kat­kan produksi crude palm oil (CPO) dan minyak go­reng ritel guna mengantisipasi lonjakan kon­sum­si musiman.

Direktur Utama PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, pola kenaikan permintaan men­je­lang hari besar keagmaan sudah di­petakan sejak awal tahun. Pe­ru­sahaan, kata dia, mengeksekusi ske­nario peningkatan produksi le­bih dini untuk mencegah ga­ng­gu­an pasokan dan tekanan harga di pasar.

“Kami memahami tren per­min­taan selalu meningkat jauh se­belum Ramadhan. Karena itu, pe­ni­ngkatan produksi sudah di­ran­cang sejak awal tahun. Stok ba­han baku dalam kondisi aman un­tuk meenuhi kebutuhan do­mes­tik,” ujar Jatmiko dalam k­e­te­ra­ng­an tertulis, dikutip pada Senin.

Data perusahaan me­nun­juk­kan produksi CPO Januari 2026 me­nembus lebih dari 200 ribu ton atau melampaui target bulanan. Un­tuk periode puncak konsumsi pa­da Maret-April, PalmCo me­nar­getkan produksi meningkat le­bih dri 10,5 persen menjadi se­ki­tar 225.940 ton pada April.

Kenaikan produksi ini dinilai pe­n­ting untuk enjaga stabilitas har­ga minyak goreng, yang da­lam beberapa tahun terakhir kerap ber­gejolak menjelang Ramadhan ak­i­bat lonjakan permintaan rumah ta­ngga dan distribusi an­ta­r­wi­la­yah.

Di sektor hilir, anak usaha PalmCo, PT Industri Nabati Le­tari (INL), turut menaikkan pro­duksi minyak goreng ritel. Target pro­duksi pada Maret dipatok se­kitar 4,2 juta liter dan kembali di­naikkan sekitar 7,6 persen men­jadi lebih dari 4,55 juta liter pa­da April 2026.

Pelaksana Tugas Direktur INL Drwin Hasibuan men­ya­takan seluruh kapasitas produksi se­mentara difokuskan pada me­rek program pemerintah, Minyak Kita. Produksi sejumlah merek ko­mersial ditunda guna me­mas­ti­kan pasokan minyak goreng ber­subsidi tersedia luas di pasar.

“Seluruh jaur distribusi dan ka­pasitas produksi kami dedi­ka­sikan penuh untuk Minyak Kita agar pasokan di pasar melimpah dan harga tetap terjangkau,” ujar Darwin.

Minyak Kita merupakan me­rek minyak goreng sederhana ya­ng didistribusikan dengan harga ecer­an tertinggiyang telah di­te­tap­kan pemerintah. Fokus pada me­rek ini diharapkan mampu me­n­ja­ga daya beli masyarakat selama Ra­madhan.

Selain peningkatan volume pro­duksi, PalmCo mengklaim te­tap menjaga standar k­e­ber­lan­jut­an. Dari 71 pabrik kelapa sawit ya­ng dikelola, 67 pabrik atau 94,36 persen telah tersertifikasi Ro­undtable n Sustainable Palm Oil (RSPO), sementara 68 pabrik atau 95,77 persen mengantongi ser­ti­fikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Perusahaan juga memperkuat sistem keterlacakan bahan baku me­lalui integrasi data kebun dan pab­rik di sejumlah unit produksi, se­hingga asal-usul tandan buah seg­ar dapat ditesuri hingga sum­ber­nya. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper