Mata Banua Online
Selasa, Februari 24, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Indonesia Buka Keran Impor Beras AS

by Mata Banua
23 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Juru Bicara Kementerian Ko­or­dinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, buka suara mengenai alasan Pe­me­rintah Indonesia setuju membuka impor be­ras 1.000 ton dari Amerika Serikat (AS), yak­ni untuk memberikan alokasi impor un­tuk beras klasifikasi khusus asal AS.

“Pemerintah setuju memberikan aloasi im­por untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung per­mintaan dalam negeri,” kata Haryo dikutip da­ri laman Kemenko Perekonomian.

Berita Lainnya

Gerakan Pasar Murah

Gerakan Pasar Murah

23 Februari 2026
Harga Telur Ayam dan Cabai Rawit Melonjak

Harga Telur Ayam dan Cabai Rawit Melonjak

23 Februari 2026

Haryo menjelaskan, dalam 5 tahun te­rakhir, Indonesia tidak melakukan impor be­ras dari AS. Komitmen impor beras AS han­ya sebesar 1.000 Ton tidak signifikan atau hanya sekitar 0,00003% dari total pro­duksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton 2025.

Selanjutnya, Haryo turut menjelaskan ter­kait kesepakatan Indonesia membuka ke­ran impor jagung dengan Amerika Serikat se­tiap tahun. “Ketentuan ini mengatur bahwa In­donesia memberikan akses impor Jagung asal AS untuk peruntukan bahan baku in­dustri makanan dan minuman (MaMin) de­ng­an volume tertentu per tahun,” ujarnya.

Lantaran, kebutuhan importasi jagung un­tuk industri MaMin pada 2025 sekitar 1,4 juta ton. Di sisi lain produk jagung asal AS memiliki spesifikasi dan standar mu­tu sesuai yang dibutuhkan oleh industri MaMin.

“Ketentuan ini penting untuk Indonesia da­lam rangka memastikan kecukupan bahan ba­ku utama pada industri MaMin yang me­mi­liki kontribusi 7,13% terhadap PDB Na­si­onal, dan menyumbang 21% dari total ek­spor industri non-migas (atau senilai USD48 Miliar), dan menyerap lapangan kerja hingga 6,7 juta pada tahun 2025,” ujar­nya.

Adapun kata Haryo, Pemerintah In­do­nesia telah mempersiapkan sejumlah upaya mi­tigasi jika produk impor asal AS me­m­ban­jiri pasar domestik.

Dia menuturkan, melalui ketentuan da­lam The Agreement on Reciprocal Trade (ART) ini, Pemerintah Indonesia dan AS me­miliki forum Council on Trade and In­vestment yang secara periodik akan mem­bahas implementasi perjanjian ini. “Ter­ma­suk jika terjadi lonjakan impor yang sig­ni­fikan dan mengganggu stabilitas pasar da­lam negeri maupun perdagangan pada ke­dua negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Indonesia resmi me­nan­ye­pakati perjanjian perdagangan dengan tarif re­siprokal 19 persen dengan Amerika Se­ri­kat (AS). Ada 1.819 pos tarif yang diatur d­a­lam kesepakatan dagang kedua negara.

Penandatanganan Agreement on Re­cip­r­ocal Trade (ART) dilakukan oleh Presi­den Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump. Kesepakatan diteken pas­ca­agenda perdana pertemuan Dewan Per­da­maian untuk Gaza atau Board of Peace (BoP). lp6/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper