
BANJARMASIN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gerakan Rakyat Kalimantan Selatan bersama DPW Partai Gerakan Mandiri Bangsa (GEMA Bangsa) Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Kalsel menggelar Seminar Politik bertema “Penguatan Pendidikan Politik untuk Mencetak Kader yang Berintegritas dan Patuh Hukum demi Menjaga Sitkamtibmas di Wilayah Kalsel”, Minggu (22/2).
Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Banjarmasin tersebut dihadiri sekitar 100 peserta, terdiri dari jajaran pengurus dan kader kedua partai politik, serta unsur pemerintah dan kepolisian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit Politik Dit Intelkam Polda Kalsel Dr. Soetrijono, Sp.MM, Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Kalsel Ahmad Junaidi beserta jajaran kader, serta Ketua DPW Partai Gerakan Mandiri Bangsa Kalsel Mimin, S.Sos bersama para kadernya.
Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yakni perwakilan Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel yang diwakili Kasubbid Kewaspadaan Dini dan Kerja Sama Intelijen Afreza Rahman, S.STP, serta akademisi senior dan pakar politik Kalimantan Selatan, Dr. Taufik Arbain, yang dikenal dengan gelar adat Datuk Cendekia Hikmadiraja Kesultanan Banjar.
Dalam pemaparannya, narasumber dari Kesbangpol menekankan pentingnya pendidikan politik yang berorientasi pada peningkatan kesadaran hukum, etika demokrasi, serta kewaspadaan dini terhadap potensi gangguan stabilitas daerah.
Ia menyampaikan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab konstitusional untuk mencetak kader yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga memiliki komitmen menjaga persatuan dan keamanan.
Sementara itu, Dr. Taufik Arbain menyoroti dinamika politik nasional dan daerah yang kian kompetitif menjelang kontestasi Pemilu 2029.
Ia menegaskan bahwa pendidikan politik yang sehat menjadi fondasi utama dalam mencegah praktik politik transaksional, polarisasi sosial, serta penyebaran disinformasi yang dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas).
Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Kalsel Ahmad Junaidi menyampaikan bahwa merupakan partai politik baru yang lahir sebagai respons atas dinamika politik nasional pasca Pemilu 2024 dan proyeksi kontestasi Pemilu 2029.
Partai ini memposisikan diri sebagai wadah perjuangan politik yang menitikberatkan pada perubahan tata kelola pemerintahan, penguatan demokrasi substantif, serta pembelaan terhadap aspirasi masyarakat yang menghendaki kepemimpinan nasional berbasis integritas dan kapasitas partainya menyatakan dukungan terhadap Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.
Ia menegaskan komitmen partainya untuk membangun politik yang santun dan berintegritas di Kalimantan Selatan.
Adapun Partai Gerakan Mandiri Bangsa (GEMA Bangsa) diketahui resmi dideklarasikan pada 17 Januari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Partai tersebut mengusung tiga visi besar, yakni Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn sebagai arah perjuangan politik nasional. Secara strategis, GEMA Bangsa memposisikan diri sebagai partai modern, terbuka, dan inklusif, dengan komitmen menjawab kegelisahan publik terhadap praktik politik transaksional dan dominasi kekuatan oligarkis.
Kasubdit Politik Dit Intelkam Polda Kalsel dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas politik daerah.
Ia mengapresiasi pelaksanaan seminar sebagai bentuk komitmen kolektif dalam memperkuat literasi politik kader serta mendorong terciptanya iklim demokrasi yang sehat dan kondusif di Kalimantan Selatan.
Kegiatan berlangsung tertib, interaktif, dan diakhiri dengan sesi diskusi serta komitmen bersama untuk terus membangun budaya politik yang beretika, patuh hukum, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.rds

