
TANJUNG – Dalam rangka menunjang program Tabalong Smart, satu desa satu da’i dan beasiswa 1.000 sarjana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengambil langkah strategis.
“Jadi pada Senin (16/2) kami sudah melakukan pembicaraan terhadap pihak universitas yang ada di Yaman dan Mesir mengenai program beasiswa 1.000 sarjana,” ujar Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani, Rabu (18/2).
Dari hasil pembicaraan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh PKS nya syaratnya apa sehingga tahun ini sudah bisa menyeleksi anak-anak Tabalong.
“Anak-anak mana yang kemampuan di bidang agama sesuai program satu desa satu da’i dan beasiswa 1.000 sarjana bisa kuliah di Yaman ataupun Mesir,” jelasnya
Adapun respon dari pihak universitas sendiri sangat antusias, karena hal ini berkaitan dengan agama.
“Karena mereka merasa tidak semua pemerintah kabupaten melakukan ini. Kita bersyukur Tabalong dengan ini punya program yang sudah dipayungi oleh RPJMD,” ungkapnya.
Artinya langkah-langkah yang dilakukan sudah tercantum dalam satu perda dan anggaran terhadap program ini sudah disiapkan.
“Jadi bukan insidental, tetapi ini akan dilaksanakan berkelanjutan selama saya menjabat dengan pak Wabup,” tuturnya.
Sementara untuk kuota penerimaan sendiri berjumlah lima hingga sepuluh orang per tahunnya baik dari SMA maupun Aliyah.
“Perlu diketahui yang menyeleksi ini langsung dari pihak universitas, pemerintah hanya menyediakan tempat atau mungkin ruang untuk ujian,” tegasnya.
“Saya ingin anak-anak Tabalong nantinya bisa berkuliah atau menjadi satu desa da’i nanti mereka di Yaman atau di Mesir. Insha Allah dua tempat ini akan kita kirim,” pungkasnya.yan/rds

