Mata Banua Online
Kamis, Februari 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ironi Pendidikan di Negara Kaya Sumber Daya Alam

by Mata Banua
18 Februari 2026
in Opini
0

Oleh: Siti Sarah.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menyampaikan duka atas peristiwa bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBS (10). Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pulpen. Namun, permohonan itu tidak dikabulkan karena ibunya tidak punya uang. Berita tentang siswa yang bunuh diri ini mewarnai media sosial dan elektronik. Betapa tidak, anak yang seharusnya saat ini sedang sibuk dengan aktivitas belajar namun harus berada pada kondisi yang sulit baginya untuk mendapatkan pendidikan (investortrust.id, 03-02-2026).

Berita Lainnya

Mengambil Peluang Semikonduktor sebagai Industri Bernilai Tinggi

Mengambil Peluang Semikonduktor sebagai Industri Bernilai Tinggi

18 Februari 2026
Berburu Wajib Pajak: Beban Rakyat di Tengah Krisis Anggaran

Menyambut Kedatangan Bulan Ramadhan

17 Februari 2026

Negara yang kuat tentunya harus memberikan perhatian yang serius pada sektor pendidikan. Bagi sebagian orang pendidikan sebagai suatu kebutuhan tapi juga menjadi hal yang tak mudah untuk didapatkan. Karena ketika kita lihat banyak fakta dilapangan masih cukup banyak anak-anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan karena terhalang oleh biaya. Masa depan bangsa dipertaruhkan dengan adanya kondisi ini.

Masalah pendidikan menjadi masalah klasik yang belum tuntas di atasi oleh pemerintah, kita bayangkan saja ketika masyarakat ingin mendapatkan pendidikan yang berkualitas harus dihadapkan pada biaya tinggi, sudah menjadi mafhum bahwa ketika sekolah itu bagus apalagi elit harus ada harga yang harus dibayar. Sering sekali kita dengar adanya uang untuk ini dan untuk itu. Sehingga tidak dapat dinafikan angka putus sekolah tinggi.

Pendidikan adalah salah satu kebutuhan dasar bagi setiap warga negara. Dengan pendidikan yang layak kita berharap dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik, memperoleh pengetahuan dan keahlian serta bisa memberikan manfaat bagi kehidupan. Pendidikan yang berkualitas tentunya hanya bisa di wujudkan oleh keberadaan yang peduli terhadap generasi.

Negara harus menjamin sarana pendidikan yang memadai, merata dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang lagi apakah dia miskin ataupun kaya. Kurikulum yang mampu mencetak manusia yang berkualitas sebagai manusia dan hamba Tuhan. Pendidikan yang tidak membebani kepada masyarakat dan pendidikan yang hadir memberikan ilmu yang bermanfaat.

Ketika kita lihat saat ini ketika anggaran pendidikan tak sesuai dengan harapan apakah mungkin pendidikan yang layak itu bisa di wujudkan. Rasanya mustahil. Jadi entah mengapa negeri yang kaya ini tidak mampu memberikan pendidikan layak dan gratis kepada anak-anak bangsa. Ini adalah ironi.

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper