
BANJARMASIN – Pasar wadai ramadan Kota Banjarmasin tahun 2026 ini akan digelar di Siring Nol Km Banjarmasin. Seperti tahun sebelumnya, pasar wadai yang rencananya dibuka 18 Februari 2026, digelar Pemko Banjarmasin bersama Pemprov Kalimantan Selatan.
Memeriahkan pasar wadai tersebut, pemko dan panitia penyelenggara menyiapkan 200 tenan pasar wadai ditambah 63 tenan berbayar. Sebanyak 100 tenan pasar wadai di antaranya disiapkan untuk paguyuban pasar wadai, dan 100 tenan lainnya diisi oleh UMKM.
“Karena terbatas yang akan pengisi tenan, maka paguyuban dan UMKM harus mendaftar dulu pada link yang disediakan. Dari pendaftaran itu kami lihat apakah benar anggota paguyuban atau tidak. Demikian juga dengan UMKM, kami akan seleksi,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, Rabu (11/2) petang.
Ibnu menjelaskan, pemilihan selektif ini karena jumlah stand wadai yang tersedia terbatas. Pemko pun menyediakan 100 stand yang digratiskan atau disewakan dari EO serta 100 stand yang dibayarkan oleh sponsor. Ia juga menegaskan, agar stand-stand itu tidak dijualbelikan. “200 Tenand benar-benar gratis sehingga jika ada yang menperjualbelikan silakan laporkan kepada kami,” ujar Ibnu Sabil.
Ia juga membeberkan, ternyata peminat pengisi tenan pasar wadai ini sangat tinggi. Bahkan dari pembukaan pendaftaran link pada 31 Januari – 6 Februari 2026, pendaftar mencapai 600 UMKM.
“Kami memohon maaf karena tidak semua tenan bisa diakomodir. Kami pun kaget karena ternyata jumlah UMKM kita sangat banyak,” ujarnya.
Ditambahkan Budi,Teebox Production atau projeck manager event Pasar Wadai Ramadan 2026 mengatakan, pemilihan pengisi tenan ini merupakan hasil dari seleksi Disbudporapar.
“Tugas kami memastikan tidak ada indikasi jual beli atau bodong, dan kami juga mengawasi agar tidak ada indikasi para UMKM juga rugi, “kata Budi
Selain itu, pihaknya memilih pengisi tenan untuk UMKM yakni makanan yang dijual tergolong unik dan viral. Karena value atau trafik ekonomi selama ini dapat menjadi indikator suksesnya pasar wadai berbeda.
“Kami berharap pasar wadai tahun ini lebih sukses dengan target omset mencapai Rp 15 miliar,” ujarnya. via

