
BANJARMASIN – Dalam persiapan pelaksanaan Haul ke-6 KH M Zuhdiannoor (Guru Zuhdi), sejumlah pihak melakukan kesiapan untuk kenyamanan para jemaah yang menggunakan jalur darat maupun perairan.
Kesiapsiagaan juga dilakukan puluhan personel dari Satuan Polisi Perairan Laut dan Udara (Satpolairud) Polresta Banjarmasin yang ditempatkan di sejumlah titik menggunakan sarana apung.
Kasat Polairud Polresta Banjarmasin Kompol Dading Kalbu Adi mengatakan, pihaknya menempatkan 25 personel untuk kenyamanan masyarakat yang menggunakan transportasi jalur perairan.
“Ada peningkatan aktivitas arus lalu lintas air pada jalur sungai. Karenanya disiagakan puluhan personel untuk fokus di titik perairan di jalur utama transportasi air dan aktivitas di bantaran sungai,” ucapnya, Rabu (11/2).
Ia mengungkapkan, pihaknya melibatkan empat unit sarana apung, yakni unit kapal tipe C2 KP 2005-28, tiga unit kapal tipe C3 masing-masing KP 1002-28, KP 1003-28, serta KP BABIN.
Selain itu, juga dilakukan plotting personel termasuk penempatan kapal patroli KP 2005-28 yang stand by di Sungai Martapura tepatnya di Halte Air Korem.
“Untuk KP 1002-28 ini stand by patroli mobile di Sungai Barito hingga ke Muara Kuin. KP 1003-28 stand by patroli di Sungai AKT. Kemudian KP BABIN stand by patroli di Sungai Martapura, Menara Pandang, dan Siring 0 Kilometer,” ujarnya.
Ia menegaskan, persiapan ini untuk memastikan rasa aman dan keselamatan masyarakat yang ingin menghadiri acara Haul Guru Zuhdi menggunakan jalur air di perairan.
Pihak polairud pun mengimbau bagi masyarakat yang menggunakan kapal atau kelotok tetap mematuhi aturan keselamatan, serta menggunakan pelampun ketika berada di kapal.
“Diminta juga agar muatan kapal tidak melebihi kapasitas angkut. Semua ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi selama perjalanan di air,” pungkasnya. sam

