Mata Banua Online
Kamis, Februari 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Rupiah Menguat Seiring Investor Tunggu Rilis Data NFP AS

by Mata Banua
11 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
Teller menunjukkan uang rupiah. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.775 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.811 per dolar AS.Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan investor menunggu rilis data pasar tenaga kerja (non-farm payrolls/NFP) AS.

“Investor menunggu data pasar tenaga kerja AS untuk mendapatkan petunjuk tentang arah kebijakan The Fed di masa mendatang,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Berita Lainnya

Harga Ayam dan Telur Resahkan Emak-emak

Harga Ayam dan Telur Resahkan Emak-emak

18 Februari 2026
Harga Emas Antam Melorot Rp40 Ribu

Harga Emas Antam Melorot Rp40 Ribu

18 Februari 2026

Mengutip Xinhua, investor mengantisipasi sangat tinggi jelang rilis laporan data NFP AS. Para pelaku mengharapkan kejelasan apakah pasar tenaga kerja mengalami pelemahan signifikan pascapembaruan data ketenagakerjaan sektor swasta yang mengecewakan dari ADP pada pekan lalu.

Sebelumnya, AS mengumumkan data penjualan ritel pada Desember 2025 yang bergerak datar di 0,0 persen month to month (mom), melambat dari November 2025 dan kurang dari ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen mom.“Data tersebut menandakan permintaan konsumen yang lebih lemah, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed mungkin mempertahankan kebijakan akomodatif dan menekan dolar AS,” kata Josua.

Jika melihat sentimen domestik, Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bank sentral masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga kebijakan ke depannya.Destry menyampaikan pihaknya akan mempertimbangkan tingkat kecepatan transmisi bunga acuan sebelum mengambil keputusan pemangkasan lanjutan. Keputusan tersebut tetap bergantung pada data ekonomi terkini yang terus dievaluasi atau data dependent.Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp16.750-Rp16.850 per dolar AS.ANT/rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper