
BATULICIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat sinergi bersama insan pers melalui kegiatan Capacity Building Jurnalis 2026 yang digelar di Batulicin, 9 – 12 Februari 2026.
Melalui forum ini, BI Kalsel menegaskan pentingnya peran media sebagai jembatan informasi antara bank sentral dan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan berbagai isu ekonomi agar lebih sederhana, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kalsel, Aloysius Donanto H.W., memaparkan, jurnalis memiliki posisi strategis dalam meningkatkan literasi ekonomi publik. Menurut dia, pemberitaan yang dikemas secara kontekstual akan membantu masyarakat memahami situasi ekonomi daerah serta lebih bijak dalam mengambil keputusan.
Ia menilai, topik ekonomi kerap dianggap rumit. Padahal jika dikaitkan dengan kondisi nyata seperti pergerakan harga kebutuhan pokok, aktivitas UMKM, daya beli, hingga perkembangan sistem pembayaran digital, isu tersebut sebenarnya sangat dekat dengan masyarakat.
Harapan kami, teman-teman jurnalis dapat membawa pemahaman ekonomi yang lebih baik, sehingga masyarakat dan para pemangku kepentingan di daerah mampu memahami kondisi yang sedang terjadi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pemahaman indikator ekonomi, cara mengolah rilis data, hingga teknik menyajikan berita berbasis angka agar tetap menarik dan komunikatif.“Kegiatan yang diikuti 50 wartawan, dari media cetak, online dan elektronik ini menghadirkan pemateri utama, Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis Harian Kompas, Aris Prasetyo.
Dalam kegiatan tersebut, para jurnalis mendapatkan pembekalan mengenai cara menyajikan berita ekonomi yang identik dengan data dan angka agar tetap menarik serta mudah dipahami oleh masyarakat.
Aris Prasetyo menekankan pentingnya kemampuan wartawan dalam mengolah isu ekonomi menjadi tulisan yang informatif tanpa menghilangkan akurasi data.“Menurutnya, berita ekonomi tidak harus selalu kaku dengan istilah teknis. Jurnalis perlu mengemasnya dengan bahasa yang lebih sederhana dan kontekstual agar pembaca dapat memahami dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.
Berita ekonomi pada dasarnya berbicara tentang kehidupan masyarakat. Tugas jurnalis adalah menjembatani data dan angka agar bisa dipahami publik,” ujar Aris.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif antara jurnalis dan narasumber. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam teknik peliputan, pengolahan data ekonomi, hingga strategi penulisan berita ekonomi yang dengan kondisi daerah.
Selain pemaparan dan tanya jawab, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi studi kasus pemberitaan ekonomi dan diskusi interaktif yang dibagi dalam 5 kelompok.
Selanjutnya, pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan outbond, sebagai bagian meningkatkan kerja sama tim (team building), memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, dan melatih kekompakan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyegarkan pikiran (refreshing), mengurangi stres, serta meningkatkan motivasi dan keakraban sesama insan pers banua. fad/mb06

