
BANJARMASIN – Pengusaha ikan air tawar jenis Bawal H Sopian Noor (73), mengalami musibah lantaran dua petak keramba miliknya yang berbahan Kayu Ulin berisi ribuan ekor Bawal hanyut dari tambatannya di sungai, hingga mengalami kerugian mencapai Rp 1 milyar lebih.
Tambak ikan ini berlokasi di sungai di bawah Jembatan Banua Anyar, Kelurahan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, dan hanyut pada Rabu (4/2) sekitar pukul 14.30 Wita.
Hingga saat ini ,belum diketahui secara pasti penyebab hanyutnya dua petak keramba berbahan Ulin dan di apit drum plastik sebagai pelampung tersebut.
Kabar hanyutnya 50 keramba tersebut juga sempat beredar luas di media sosial. Pihak kepolisian perairan sendiri masih melakukan penyelidikan apakah karena tali putus akibat arus deras atau ada faktor lain.
“Keramba yang terbawa arus sungai ada dua petak berisi Ikan Bawal semua. Semua ikan ada di dalam 50 keramba itu dan hanyut sejauh dua kilometer melewati kawasan wisata dan tertahan di Jembatan Merdeka,” ucap salah satu warga.
Kasat Polair Polresta Banjarmasin Kompol Dading Kalbu Adie membenarkan adanya keramba yang hanyut tersebut. “Anggota polairud turut membantu agar keramba bisa dihentikan dekat Jembatan Merdeka,” ucapnya.
Ia mengatakan, saat evakuasi keramba, H Sopian dibantu polisi perairan, para pekerja dan warga setempat. Sekitar pukul 17.00 Wita, keramba berhasil di evakuasi.
“Kerugian yang di alami pemilik keramba di sinyalir mencapai Rp 1 miliar karena banyak ikan yang hilang di dalam keramba itu,” ungkapnya.
Diketahui, saat dilakukan evakuasi keramba tersebut kondisinya rusak berat, Kayu Ulin sebagai penopang keramba patah sementara drum plastik biru sebagai pelampung masih melekat.
Sementara, salah satu warga RT 04 menduga keramba hanyut akibat air sungai meluap hingga membuat arus deras saat hujan deras. sam

