Mata Banua Online
Jumat, Februari 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Heboh, Peserta PBI BJPS Berstatus Nonaktif

by Mata Banua
5 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti buka suara menanggapi kasus pe­serta Penerima Bantuan Iuran (PBI) tiba-tiba ber­status nonaktif menyusul ramai keluhan war­ganet di media sosial.

Ghufron menegaskan saat ini me­mang ada proses validasi ter­hadap status kepesertaan PBI BPJS Kesehatan, tetapi kep­u­­tus­an yang menentukan seseorang ma­sih berhak sebagai PBI atau ti­dak tersebut bukan menjadi ke­w­enangan BPJS Kesehatan.

Berita Lainnya

Harga Cabai Merangkak Naik

Harga Cabai Merangkak Naik

5 Februari 2026
Under-invoicing, Modus Tipu-tipu Pengusaha Sawit

Under-invoicing, Modus Tipu-tipu Pengusaha Sawit

5 Februari 2026

“Memang ada validasi ap­a­kah orang masih PBI atau sudah bu­kan lagi PBI, tetapi yang me­nen­tukan itu bukan BPJS Ke­se­hat­an,” katanya Kamis (5/2).

Ia menyarankan bagi warga ya­ng merasa masih memenuhi kri­teria sebagai peserta PBI dapat me­nempuh jalur administrasi di ti­ngkat daerah. “Jika seseorang ma­sih merasa berhak sebagai PBI, bisa mengurusnya melalui di­nas sosial setempat,” jelas Ali.

Sebelumnya, banyak peserta PBI BPJS Kesehatan yang me­ng­eluh mendadak dinonaktifkan. Ke­pala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan keb­ijakan tersebut mengacu pada Su­rat Keputusan Menteri Sosial N­o­mor 3/HUK/2026 yang di­te­tapkan pada 19Januari 2026 dan ber­laku mulai 1 Februari 2026.

“Dalam SK tersebut, telah di­lakukan penyesuaian di mana se­ju­m­lah peserta PBI JK yang di­no­naktifkan digantikan dengan pe­serta baru. Jadi secara jumlah to­tal peserta PBI JK tetap sama de­ngan bulan sebelumnya,” kata Rizzky melalui keterangan tertulis yang dikutip Antara.

Menurut Rizzky, pembaruan da­ta dilakukan secara berkala un­tuk memastikan penerima bantuan iur­an tepat sasaran. Meski de­mi­kian, ia belum merinci jumlah pes­erta PBI JK yang di­no­n­ak­tifkan dalam proses tersebut.

BPJS Kesehatan juga me­ne­gas­kan penonaktifan status pe­ser­ta tidak serta-merta me­ng­hi­la­ng­kan hak layanan kesehatan. Pe­serta yang dinonaktifkan ma­sih dapat mengajukan reaktivasi ke­pesertaan apabila memenuhi kri­teria yang berlaku.

Kriteria tersebut antara lain pe­serta termasuk dalam daftar PBI JK yang dinonaktifkan pada Ja­nuari 2026 dan berdasarkan ha­sil verifikasi lapangan masih ter­golong masyarakat miskin atau rentan miskin.

Reaktivasi juga dapat di­la­ku­kan bagi peserta dengan penyakit kro­nis atau dalam kondisi darurat me­dis yang mengancam ke­se­la­mat­an jiwa.

“Peserta PBI JK yang di­non­aktifkan bisa melapor ke dinas sosial setempat dengan mem­ba­wa Surat Keterangan Mem­bu­tuh­kan Layanan Kesehatan. Se­lan­jutnya akan diusulkan ke Ke­men­te­rian Sosial untuk diverifikasi,” jelas Rizzky.

Jika lolos verifikasi, BPJS Ke­sehatan akan mengaktifkan kem­bali status JKN peserta se­hi­ngga dapat kembali mengakses la­yanan kesehatan. Peserta juga da­pat mengecek status ke­pe­s­er­ta­an melalui layanan PAN­DAWA, Care Center 165, Ap­li­kasi Mobile JKN, atau kantor BPJS Kesehatan terdekat. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper