
BANJARMASIN – Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, asumsi kerugian akibat bencana alam yang didominasi banjir di bulan Januari 2026 mencapai Rp 206,760 miliar.
“Dari asumsi itu, terbesar di alami Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) ditaksir Rp 65,430 miliar,” ucap Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Rabu (4/2).
Madi –sapaan akrabnya– mengatakan, kerugian bencana alam yang cukup besar di alami Kabupaten Banjar sekitar Rp 44,350 miliar, dan Kabupaten Barito Kuala (Batola) ditaksir mencapai Rp 35,710 miliar.
Kemudian, Kabupaten Tapin dengan kerugian yang di alami sekitar Rp 17,520 miliar, Hulu Sungai Selatan (HSS) Rp 17,290 miliar, Balangan sekitar Rp 9,550 miliar, dan Tabalong sekitar Rp 7 miliar.
Selanjutnya, Kabupaten Tanah Laut (Tala) ditaksir mencapai Rp 6,255 miliar, Hulu Sungai Tengah (HST) sekitar Rp 5,250 miliar, dan Kota Banjarbaru Rp 385 juta.
Ia menyebutkan, selama Januari 2026 terjadi 14 kali bencana alam di Kalsel yang didominasi banjir sebanyak 10 kali, angin puting beliung tiga kali, dan tanah longsor satu kali.
Sebanyak 10 kali banjir tersebut, masing-masing satu kali di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, HSS, HST, HSU, Balangan, Tabalong, Tanah Laut, dan Kabupaten Batola.
Korban terdampak bencana alam di Kalsel, lanjutnya, mencapai 75.816 kepala keluarga (KK) atau 229.644 jiwa tersebar pada 11 kabupaten/kota.
“Dari 229.644 jiwa korban, terbanyak di Kabupaten Banjar mencapai 107.284 jiwa, HSU sebanyak 41.694 jiwa, dan Batola sebanyak 25.485 jiwa,” katanya.
Ia menambahkan, bencana alam selama bulan Januari 2026 itu tidak ada korban meninggal dunia dan luka-luka.
Akibat bencana alam itu juga menyebabkan 50 rumah penduduk mengalami kerusakan berat, 115 buah rumah mengalami kerusakan sedang, dan 41.752 buah rumah penduduk mengalami kerusakan kecil.
“Rumah penduduk yang mengalami kerusakan berat sebanyak 49 buah di Kabupaten Balangan, dan 118 buah rusak sedang di Balangan akibat diterjang banjir. Sedangkan rumah yang mengalami kerusakan ringan terbanyak di alami masyarakat di Kabupaten HSU mencapai 13.086 buah dan Kabupaten Banjar sekitar 8.870 buah,” pungkasnya. ani

