Mata Banua Online
Jumat, Maret 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dinkes Imbau Warga Waspadai Virus Nipah

by Mata Banua
4 Februari 2026
in Banjarmasin
0

BANJARMASIN – Meski di Indonesia belum ditemukan kasus terkonfirmasi positif pada manusia, namun pemerintah telah mengeluarkan imbauan kepada warga agar W kewaspadaan terhadap penyebaran virus Nipah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin juga resmi mengeluarkan imbauan terkait kewaspadaan terhafap virus yang bersifat zoonotic emerging ini.

Berita Lainnya

Pemko Siapkan Rp 47 Miliar THR untuk ASN

Pemko Siapkan Rp 47 Miliar THR untuk ASN

12 Maret 2026
Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 184.772 Pemudik

Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 184.772 Pemudik

12 Maret 2026

“Ini menjadi perhatian serius meski hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi pada manusia di Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin,” ujar Kadinkes Banjarmasin M Ramadan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Banjarmasin, Emma Arisnawati, Rabu (4/2/2026)

Ia menjelaskan bahwa virus ini secara alami dibawa oleh kelelawar buah dan dapat menular ke manusia melalui beberapa jalur.

“Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, maupun mengonsumsi makanan terutama buah -buahan yang terkontaminasi virus,” ujarnya

Masa inkubasi virus ini berkisar antara 4 hingga 14 hari. Pasien yang terinfeksi umumnya akan mengeluhkan gejala awal berupa demam dan sakit kepala, nyeri otot (mialgia) serta muntah dan nyeri tenggorokan.

“Dalam kondisi berat, gejala dapat berkembang menjadi pusing, mudah mengantuk, penurunan kesadaran, hingga tanda-tanda encephalitis (peradangan otak) akut,” jelasnya.

Hingga saat ini, diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan PCR, namun belum ditemukan pengobatan spesifik maupun vaksinasi untuk virus ini. Pengobatan yang diberikan masih bersifat suportif.

Mengingat letak geografis Indonesia dan tingginya mobilitas antarnegara, Dinkes Banjarmasin menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan mandiri di tengah masyarakat.

“Jangan mengonsumsi nira langsung dari pohon tanpa dimasak, karena berisiko terkontaminasi cairan tubuh kelelawar di malam hari. Kemudian cuci dan kupas buah secara menyeluruh, segera buang buah yang memiliki tanda bekas gigitan kelelawar,” bebernya.

Tak hanya itu, Dinkes juga minta masyarakat memastikan daging ternak dimasak sempurna dan hindari kontak dengan hewan yang tampak sakit. Kemudian rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk/bersin, serta menggunakan masker bagi yang merasa tidak sehat.

Ia juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menyaring informasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dan menghindari penyebaran hoaks. Selalu merujuk pada sumber informasi resmi dari pemerintah,” tegasnya.

Pihaknya terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan wilayah tetap aman dari potensi ancaman Virus Nipah. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper