
BANJARMASIN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), memanen 75 kilogram ikan patin hasil budidaya warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang perikanan.
Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah di Banjarmasin, Selasa, mengatakan panen tersebut merupakan hasil budidaya sekitar empat bulan yang dikelola warga binaan Blok Echo dengan pendampingan wali pemasyarakatan, sekaligus mendukung program penguatan ketahanan pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Panen belum dilakukan secara menyeluruh, masih ada sebagian lagi ikan yang masih dipelihara untuk proses penggemukan lanjutan,” ucapnya.
Ia menyebut ikan lain yang masih dipelihara diperkirakan dapat dipanen kembali dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Ukurannya sudah cukup besar dan tinggal penggemukan lanjutan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin Bagus Paras Etika mengatakan program budidaya ikan patin dilaksanakan secara terencana dengan melibatkan warga binaan sejak tahap awal hingga panen.
“Kami mengarahkan program sebagai pembinaan berkelanjutan. Warga binaan terlibat langsung mulai dari perawatan, pemberian pakan, hingga panen sehingga memperoleh keterampilan kerja yang aplikatif,” kata Bagus.
Salah satu warga binaan peserta program, Maulana, mengaku memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Kami belajar merawat ikan dengan benar dan bekerja lebih disiplin. Ini sangat bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujar Maulana.
Melalui program pembinaan kemandirian tersebut, Lapas Kelas IIA Banjarmasin menegaskan komitmen menghadirkan pembinaan produktif dan berkelanjutan yang selaras dengan kebijakan pemasyarakatan berbasis kemandirian dan ketahanan pangan. ant

