
BANJARMASIN – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin pastikan ketersediaan minyakita aman di pasaran. Terutama jelang bulan Ramadan tahun ini.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperdagin Kota Banjarmasin, Faisal Akli mengatakan, berdasarkan hasil rapat persiapan Pasar Murah Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) untuk bulan Ramadhan ini, pihaknya telah mencek ke lapangan memastikan ketersediaan stok sembako di pasar, termasuk minyak goreng.
” Memamg kalau Bulog Kota Banjarmasin menyampaikan bahwa ketersediaan Minyakita tersebut sedang kosong, namun di lapangan untuk ketersediaan minyakita aman, tidak langka,” kata Faisal Akli, Minggu (1/2/2026).
Masih adanya ketersediaan minyak goreng subsidi ini karena memang stoknya masih aman di distributor lain.
“Kosong itu cuman Bulog, kalau di distributor lain ada hingga ketersediaan aman,” tutur Akli.
Bulog Kota Banjarmasin sendiri saat dikonfirmasi pihaknya mengungkapkan sedang menunggu kebijakan baru dari Kementrian Perdagangan (Kemendag) mengenai perubahan sistem distribusi Minyakita.
Rencananya produsen diwajibkan untuk menyalurkan 35 persen minyakita melalui Bulog atau BUMN Pangan sebelum di distribusikan ke pedagang.
“Kosongnya Minyakita di Bulog ini juga mungkin karena masih menunggu kebijakan baru tadi,” jelasnya lagi
Kebijakan baru ini berkaitan dengan adanya rencana pendistribusian minyakita akan sampai ke ritel modern tidak hanya pasar rakyat.
“Berhubung ini subsidi tentu pembeliannya akan dibatasi per orangnya hanya 2 liter saja,” ujarnya.
Tujuan ini tak lain untuk mengendalikan harga minyakita agar tetap di Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp. 15.700 per liternya.
“Mudah-mudahan sebelum ramadhan sudah ada arahan jelas dari Kementrian soal distribusi minyakita ini,” pungkasnya. via

