
BANJARMASIN – Realisasi penerimaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025 mencapai Rp 32,732 miliar atau sekitar 63,32 persen dari target sebesar Rp 51,692 miliar.
“Dari realisasi penerimaan Baznas Kalsel sebesar Rp 32,732 miliar itu terbesar berasal dari zakat sekitar Rp 11,763 miliar atau 42,48 persen dari target Rp 27,692 miliar,” ucap Ketua Baznas Kalsel H Irhamsyah Safari, Kamis (29/1).
Menurut Irham, penerimaan dari zakat terbesar dari zakat maal perseorangan via UPZ mencapai Rp 10,201 miliar atau sekitar 46 persen dari target Rp 22 miliar. Selain itu, penerimaan zakat maal perseorangan Rp 1,369 miliar dari target Rp 2,5 miliar, penerimaan zakat maal badan Rp 145 juta atau 4,74 persen dari target Rp 3,055 miliar.
Kemudian, lanjut dia, penerimaan dari dana corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp 8,945 miliar atau 63,90 persen dari target sebesar Rp 14 miliar, terbesar penerimaan dana infak sedekah melalui UPZ Rp 6,057 miliar atau 242,29 persen.
Penerimaan dana infak sedekah terealisasi sebesar Rp 7,270 miliar atau 111,85 persen dari target Rp 6,5 miliar, dan penerimaan dana sosial keagamaan lainnya Rp 4,753 miliar atau 135,82 persen dari target Rp 3,5 miliar.
Ketika ditanya realisasi penyalurannya, Irham menyebutkan dana di tahun 2025 tersebut disalurkan pada sejumlah kegiatan, seperti pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi dan dakwah/advokasi.
“Di bidang pendidikan sebesar Rp 1,743 miliar, antara lain untuk beasiswa bagi anak berprestasi yang kurang mampu dari segi ekonomi. Kemudian, bidang kesehatan sebesar Rp 1,332 miliar, termasuk memberikan obat-obatan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kalsel,” jelasnya.
Selanjutnya, di bidang kemanusiaan nilainya cukup besar mencapai Rp 12,853 miliar, termasuk pemberian sembako bagi warga terdampak bencana banjir pada sejumlah lokasi.
“Kemudian di bidang ekonomi sebesar Rp 1,560 miliar, termasuk pemberian pinjaman kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dakwah/advokasi Rp 3,979 miliar, serta bidang pendidikan sebesar Rp 7,383 miliar,” pungkasnya. ani

