
BANJARMASIN – Persoalan banjir yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menjadi sorotan.
Curah hujan tinggi yang tidak di imbangi dengan sistem drainase dan pengelolaan lingkungan yang optimal kerap menyebabkan genangan hingga merendam permukiman warga, fasilitas umum, bahkan mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat.
Kondisi tersebut mendorong Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (Forpeban) menggelar aksi damai dengan menyampaikan aspirasi kepada DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (29/1) pagi
Aksi damai ini sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan banjir yang dinilai masih menjadi persoalan berulang setiap tahunnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kalsel H Kartoyo didampingi Sekretaris Komisi IV Bambang Yanto Permono serta Sekretaris DPRD Kalsel Muhammad Jaini menerima perwakilan massa aksi.
H Kartoyo menegaskan, persoalan banjir telah menjadi perhatian serius DPRD Kalsel. “Terkait banjir, ketua sudah beberapa kali rapat dengan dinas terkait untuk membahas langkah-langkah penanganannya,” ujarnya.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel Bambang Yanto Permono juga menekankan pentingnya peran wakil rakyat dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Ia menilai penyampaian keluhan secara langsung merupakan bagian penting dari demokrasi. “Kita ini pesuruh masyarakat. Wajib hukumnya mendengarkan keluh kesah masyarakat, karena mereka lebih tahu daripada kita,” katanya
Sementara, Ketua Forpeban Dinjaya mengapresiasi sikap DPRD Kalsel yang telah menerima dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat mendorong lahirnya langkah konkret dalam penanganan banjir ke depan.
“Alhamdulillah, kami diterima dengan baik di DPRD Kalimantan Selatan. Melalui pertemuan ini, kami berharap para wakil rakyat dapat mendorong solusi konkret, sehingga permasalahan banjir yang selama ini terjadi tidak kembali terulang pada tahun depan,” pungkasnya. rds

