
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui dinas sosial setempat di tahun 2026 ini akan menambah dua lumbung sosial, yakni di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan Hulu Sungai Selatan (HSS).
“Jika tambahan dua lumbung sosial itu terealisasi, maka Kalsel memiliki 50 lumbung sosial karena sebelumnya telah berdiri 48 buah,” ucap Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Rabu (28/1).
Menurut Madi –sapaan akrabnya, dua lumbung sosial yang akan didirikan tahun 2026 ini masing-masing di Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan, Kabupaten HST, dan Desa Batulaki, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten HSS.
“Kedua desa itu di tahun 2025 lalu telah dijadikan sebagai kampung siaga bencana (KSB), sehingga harus dilengkapi dengan lumbung sosial untuk menampung logistik tanggap darurat bencana,” ujarnya.
Setiap lumbung sosial, lanjut dia, diberikan water treatment dalam rangka pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di lokasi bencana, dan pendirian lumbung sosial itu berlokasi di daerah rawan bencana.
Selain water treatment, pihaknya juga memberikan stok cadangan (bufferstock) untuk penanganan bencana, seperti lauk pauk, pangan dan sandang untuk kebutuhan korban tertimpa bencana sebagai bagian negara hadir di lokasi bencana.
“Pendirian lumbung sosial itu dimaksudkan untuk mempercepat dan mempermudah penyaluran bantuan tanggap darurat untuk korban bencana,” katanya.
Secara rinci, Madi menyebutkan 48 lumbung sosial yang sudah berdiri di Kalsel, yakni 17 buah yang berasal dari APBN masing-masing empat di Kabupaten HST, Kotabaru, dan Kabupaten Banjar, tiga di Banjarmasin dan dua di Kabupaten Tapin.
Sedangkan yang berasal dari dana APBD ada 31 lumbung sosial, meliputi 10 buah di Kabupaten HSS, delapan di Tanah Bumbu (Tanbu), tujuh di HST, tiga di Kota Banjarbaru, dua di Kabupaten Tapin, dan satu di Balangan. ani

