Mata Banua Online
Rabu, Januari 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Cara Aman Membuat Teh Susu agar Terhindar dari Risiko Bakteri

by Mata Banua
27 Januari 2026
in Mozaik
0
(foto:mb/web)

Teh susu menjadi minuman favorit banyak orang. Selain rasanya yang lembut dan menenangkan, minuman ini juga kerap dianggap lebih mengenyangkan dibandingkan teh biasa.

Namun, cara pembuatan teh susu ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan.

Berita Lainnya

7 Makanan Tinggi Asam Folat untuk Pembentukan Sel Darah Merah

7 Makanan Tinggi Asam Folat untuk Pembentukan Sel Darah Merah

27 Januari 2026
Serupa tapi Tak Sama, Apa Beda Ketombe dan Psoriasis?

Serupa tapi Tak Sama, Apa Beda Ketombe dan Psoriasis?

27 Januari 2026

Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata, mengingatkan bahwa teh susu berisiko menjadi media pertumbuhan bakteri jika dibuat dan disimpan dengan cara yang keliru. Risiko ini meningkat jika teh direndam terlalu lama atau dicampur susu lalu dibiarkan pada suhu ruangan.

“Teh dan susu sama-sama mengandung zat yang bisa menjadi makanan bakteri. Kalau dibiarkan terlalu lama, apalagi di suhu ruangan, risikonya besar,” ujar Johanes saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (19/1).

Menurut Johanes, salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah membiarkan teh terendam terlalu lama setelah diseduh. Teh mengandung gula dan asam amino yang dapat memicu pertumbuhan bakteri jika dibiarkan lebih dari beberapa jam.

Ia menyarankan agar teh segera dikonsumsi maksimal dalam waktu 2 hingga 4 jam setelah diseduh. Jika ingin disimpan, teh harus dimasukkan ke dalam kulkas dan tetap dikonsumsi dalam waktu singkat.

“Kalau kita lihat teh yang dibiarkan semalaman, biasanya di bagian atas muncul lapisan seperti minyak. Itu menandakan adanya kontaminasi dan sebaiknya dibuang. Itu berarti bakteri sudah tumbuh,” jelasnya.

Risiko tersebut menjadi lebih besar ketika teh dicampur dengan susu. Susu mengandung gula dan protein yang mempercepat pertumbuhan bakteri, terutama jika dibiarkan di luar kulkas.

“Kalau teh saja sudah berisiko, teh dicampur susu itu lebih-lebih lagi. Susu harus selalu disimpan di kulkas kalau tidak langsung diminum,” kata Johanes.

Ia menegaskan bahwa baik teh biasa maupun teh susu sama-sama harus dikonsumsi dalam waktu 2 sampai 4 jam setelah dibuat. Lebih dari itu, kualitas rasa dan nilai gizinya dapat berubah akibat proses oksidasi dan aktivitas mikroorganisme.

Berikut langkah yang dinilainya paling aman:

• Seduh teh terlebih dahulu menggunakan daun teh, bukan kantong teh

• Gunakan saringan teh berbahan stainless steel

• Seduh dengan air panas secukupnya

• Setelah teh siap, barulah campurkan susu

• Segera dikonsumsi atau simpan di kulkas jika tidak langsung diminum

“Dengan cara ini, risiko paparan bahan dari kantong teh dan pertumbuhan bakteri bisa ditekan,” ujarnya.

Melansir MedicineNet, teh susu tetap memiliki manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan dibuat dengan cara yang tepat. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

• Memberi energi dan menjaga kekuatan tubuh

• Membantu meredakan stres

• Menjaga kesehatan kulit

• Mendukung penurunan berat badan

Dokter menyarankan untuk selalu memperhatikan kualitas teh, cara pembuatan, serta penyimpanan agar konsumsi teh menjadi lebih aman. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper