Mata Banua Online
Rabu, Januari 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

PT SIS dukung penguatan layanan kesehatan untuk tekan stunting

by Mata Banua
26 Januari 2026
in Lintas
0

 

BANTUAN ALAT-Perwakilan PT SIS menyerahkan bantuan alat antropometri kepada Dinas Kesehatan Barito Kuala beberapa waktu lalu. (foto:mb/ant)

TAJUNG-PT Saptaindra Sejati (SIS) mendukung penguatan pelayanan kesehatan, berupa bantuan alat antropometri yang mencakup stadiometer dan baby scale, serta tablet tambah darah sebagai upaya percepatan penurunan stunting di wilayah operasional perusahaan.

Berita Lainnya

DPRD Tanah Bumbu konsultasi dana hibah ke BPKAD Kalsel

DPRD Tanah Bumbu konsultasi dana hibah ke BPKAD Kalsel

27 Januari 2026
Komisi I bahas kualitas pendidikan di Tanah Bumbu

Komisi I bahas kualitas pendidikan di Tanah Bumbu

22 Januari 2026

Perwakilan manajemen PT SIS Fecky R Umboh mengatakan bantuan alat antropometri disalurkan ke Kabupaten Barito Timur sebanyak 24 unit, Kabupaten Barito Selatan 3 unit, dan Kabupaten Barito Kuala 13 unit.

“Bantuan alat ukur yang memadai serta intervensi gizi di puskesmas dan posyandu sangat membantu pemantauan tumbuh kembang anak secara lebih akurat dan berkelanjutan,” jelas Fecky, Minggu.

Seluruh bantuan diserahkan kepada Dinas Kesehatan masing-masing untuk selanjutnya didistribusikan ke puskesmas dan posyandu sesuai kebutuhanm

Selain alat antropometri, PT SIS juga menyalurkan tablet tambah darah untuk mendukung pencegahan anemia sebagai faktor pemicu terjadinya stunting.

Tablet tersebut akan diberikan kepada kelompok sasaran melalui layanan kesehatan setempat.

Bagi Fecky penguatan layanan kesehatan dasar menjadi bagian penting, dalam upaya bersama menekan stunting karena kasus gagal tumbuh kembang ini menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan di berbagai daerah.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak namun berdampak pada perkembangan kognitif, kesehatan jangka panjang, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Di balik upaya menurunkan angka stunting tersebut, penguatan layanan kesehatan dasar menjadi salah satu kunci penting.

Pemantauan pertumbuhan anak secara rutin dan akurat berperan besar dalam mencegah stunting sejak dini, terutama melalui layanan puskesmas dan posyandu.

Ketersediaan alat antropometri yang memadai membantu tenaga kesehatan mendeteksi lebih awal gangguan tumbuh kembang balita.

Sedangkan untuk pencegahan anemia pada remaja putri dan ibu hamil menjadi langkah awal memutus mata rantai stunting bahkan sebelum anak dilahirkan.

“Kami terus berkomitmen dalam menjaga masa depan generasi muda, memperkuat layanan kesehatan demi anak-anak yang tumbuh lebih sehat di masa depan,” tambahnya.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper