JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Senin (26/1). Harga dasar emas Antam ukuran 1 gram kini menembus level Rp2,917 juta per gram, menguat dibandingkan posisi akhir pekan lalu.
Berdasarkan data resmi situs Logam Mulia Antam yang diperbarui pukul 08.30 WIB, harga emas Antam hari ini naik Rp30 ribu dibandingkan harga pada Sabtu (25/1) yang berada di level Rp2,887 juta per gram.
Penguatan ini memperpanjang tren kenaikan harga emas domestik yang sudah berlangsung sejak peka lalu.
Kenaikan harga juga tercermin pada sisi pembelian kembali. Logam Mulia mencatat harga buyback emas Antam hari ini berada di Rp2,750 juta per gram, naik Rp28 ribu dibandingkan posisi sebelumnya.
Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini berada di kisaran Rp167 ribu per gram.
Ads by Tapmind
Penguatan tidak hanya terjadi pada pecahan 1 gram. Seluruh ukuran emas Antam tercatat ikut naik. Emas ukuran 0,5 gram kini dipasarkan di level Rp1.508.500, sementara ukuran 5 gram dibanderol Rp14.360.000 dan emas 10 gram naik ke Rp28.665.000. Untuk ukuran besar, emas 100 gram kini berada di level Rp285,912 juta.
Sejalan dengan kenaikan harga Antam, pergerakan harga emas ritel di Pegadaian juga masih bertahan di level tinggi.
Berdasarkan data situs Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 saat ini berada di Rp2,925 juta per gram, sedangkan emas UBS dipatok lebih mahal di level Rp2,974 juta per gram.
Perbedaan harga antarproduk tersebut dipengaruhi oleh produsen, standar cetakan, hingga jalur distribusi masing-masing merek.
Sementara itu, Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi harga logam mulia bisa menembus Rp 3 juta per gram pada pekan depan.
Menurut catatannya, dia memproyeksikan, harga emas dunia pada minggu depan mengalami kenaikan menuju level 5.020 dolar AS per troy ons. Adapun harga logam mulia diperkirakan mencapai Rp 2,99 juta per gram. Jika naik kembali, resisten kedua harga emas dunia yakni mencapai 5.100 dolar AS per troy ons, dan harga logam mulia bisa menembus Rp 3,09 juta per gram.
“Jadi sepertinya tidak mencapai Rp 3,1 juta per gram, tapi di Rp 3,092 juta pe gram,” ungkap Ibrahim.
Ia menjelaskan berbagai sentimen yang memengaruhi kenaikan harga emas. Yakni mulai dari permasalahan geopolitik, perang dagang,perpolitikan Amerika Serikat (AS), hingga kondisi supply dan demand.
Mengenai tensi geopolitik, meski polemik soal pencaplokan Greenland sedikit mereda, hubungan Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Uni Eropa saat ini masih memanas. Hal itu kaitannya dengan konflik di berbagai wilayah, baik di Eropa, Timur Tengah, maupun Amerika Latin. cnn/mb06

