
TANJUNG – Nasib naas menimpa seorang pria berinisial RS (23), warga Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak yang meninggal dunia setelah mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam (sajam), Minggu (25/1) sekitar pukul 01.30 Wita.
Selain itu, rekannya berinisial AZ (19), warga Desa Bintang Ara, Kecamatan Bintang Ara juga mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis. Kedua dilarikan ke RSUD H Badaruddin Kasim Maburai untuk mendapatkan penanganan medis.
“Berdasarkan keterangan saksi sebelum kejadian, korban RS dan AZ bersama beberapa rekannya menjemput saksi RG di kawasan Taman Giat Kota Tanjung,” ucap Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana melalui Ps Kasi Humas Iptu Joko Sutrisno.
Setelah itu, lanjut dia, rombongan kemudian menuju halaman parkir sebuah sekolah dasar di Kelurahan Sulingan, Kecamatan Murung Pudak, dengan maksud menyelesaikan permasalahan di antara mereka.
“Saat saksi dan para korban berada di halaman sekolah tersebut dan berbincang, sekitar 20 menit kemudian datang sebuah mobil berwarna hitam yang masuk ke area sekolah,” jelasnya.
Dalam situasi tersebut, terjadilah penyerangan terhadap korban RS dan AZ menggunakan senjata tajam. Terkait peristiwa penyerangan ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan secara pasti kronologi kejadian, termasuk jumlah pelaku serta peran masing-masing pihak yang terlibat.
“Akibat penyerangan tersebut, kedua korban sempat melarikan diri dalam kondisi terluka menuju perempatan Sulingan. Sesampainya di lokasi tersebut, korban RS dan AZ ditemukan tergeletak dalam kondisi tidak berdaya dan segera di evakuasi ke RSUD H Badaruddin Kasim Maburai,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak medis, AZ mengalami luka akibat senjata tajam di bagian punggung. Sementara RS diterima di rumah sakit dalam kondisi meninggal dunia dan mengalami beberapa luka-luka.
Dari hasil pemeriksaan, korban RS menunjukan adanya sejumlah luka akibat senjata tajam di bagian dada kiri, lengan kiri, punggung kiri, tangan kiri hingga pergelangan hampir putus, ibu jari tangan kiri terputus, serta luka pada kaki kiri dan lutut kiri.
“Selain luka akibat senjata tajam, turut ditemukan juga luka yang diduga akibat benda tumpul pada bagian punggung kiri korban RS,” katanya.
Satuan Reserse Kriminal Polres Tabalong yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Danang Eko pun segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil olah TKP, petugas menemukan potongan ibu jari, bercak darah di halaman sekolah, serta beberapa tanaman rusak yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. “Selanjutnya, lokasi kejadian tersebut diamankan petugas guna kepentingan penyelidikan,” jelas kasi humas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap pelaku serta mendalami motif dan rangkaian peristiwa yang terjadi. “Petugas juga telah meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap secara jelas kasus tersebut,” pungkasnya. yan

