Mata Banua Online
Sabtu, Januari 31, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Populasi Ternak Sapi di Kalsel Naik Sekitar 5 Persen

by Mata Banua
21 Januari 2026
in Banjarmasin, Indonesiana
0
G:\2026\Januari\22 Januari 2026\2\2\New Folder\populasi.jpg
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, drh Edi Santosa. (foto:mb/ist)

BANJARBARU – Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan terus menggenjot program prioritas guna meningkatkan produksi dan produktivitas ternak sapi dalam rangka mewujudkan swasembada daging dapi di banua.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, drh Hj Suparmi melalui Kabid Bina Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Edi Santosa di Banjarbaru, Rabu (21/1) menjelaskan salah satu program prioritas adalah Program Percepatan Pengembangan Peternakan Sapi Berkelanjutan Terintegrasi Perkebunan, Tanaman Pangan, Kehutanan dan Pertambangan.

Berita Lainnya

Drainase di Kompleks Pelajar Mulawarman Dibersihkan

Drainase di Kompleks Pelajar Mulawarman Dibersihkan

29 Januari 2026
Korem 101/Ant Bagikan 2.500 Sepatu Gratis untuk Siswa di Banjarmasin

Korem 101/Ant Bagikan 2.500 Sepatu Gratis untuk Siswa di Banjarmasin

29 Januari 2026

Menurut Edi, melalui program prioritas itu diharapkan populasi ternak sapi di Kalsel terus meningkat sehingga mengurangi pasokan sapi untuk kebutuhan konsumsi di Kalsel.

Dari program itu, sebut Edi, terjadi peningkatan populasi sapi dari tahun 2024 sebanyak 112.975 ekor menjadi 116.491 ekor pada tahun 2025 atau meningkat sekitar lima persen.

Dia menjelaskan peningkatan populasi ternak sapi di Kalsel tersebut, salah satunya melalui pengembangan ternak sapi terintegrasi dengan sawit.

“Kita saat ini telah memiliki 29 klaster pengembangan ternak sapi terintegrasi dengan sawit dan jumlah ternak sapi yang dikembangkan di kawasan perkebunan kelapa sawit di Kalsel sebanyak 4.530 ekor,” katanya.

Menurut dia, ternak sapi yang kini dikembangkan di kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut sebagian besar atau 3.216 ekor sapi betina.

Pengembangan sapi sawit di Kalsel sebanyak 29 klaster dari tahun 2022 hanya tujuh klaster itu, kata Edi, terbanyak di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mencapai 17 klaster dengan jumlah sapi 3.250 ekor.

Selain itu, di Kabupaten Tanah Laut (Tala), sembilan klaster dengan jumlah sapi 700 ekor, di Kabupaten Tabalong dua klaster dengan jumlah sapi 289 ekor dan di Kabupaten Barito Kuala (Batola) satu klaster dan jumlah sapi 227 ekor.

“Kita rencananya akan mengembangkan sapi sawit tahun 2026 dan dua klaster masing-masing satu klaster di Kabupaten Tanbu sebanyak 150 ekor dan satu di Kabupaten Tala dengan jumlah sapi 100 ekor,” demikian Edi Santosa. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper