
JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengatakan jumlah petugas haji dari unsur TNI dan Polri meningkat lebih dari 100 persen pada penyelenggaraan haji 2026.
“Tahun kemarin dari TNI-Polri hanya 75 orang, sekarang ini jadi 183 orang, ada penambahan 100 persen lebih,” kata Irfan dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII, Rabu (21/1), seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Ia mengatakan petugas haji dari TNI-Polri mayoritas adalah untuk perlindungan jemaah (linjam), ada juga terkait dengan kesehatan, layanan lansia, dan lain-lain.
Sebelumnya Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan penambahan personel TNI-Polri merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Dari TNI-Polri setiap tahun ada. Artinya, disebut dengan Linjam (perlindungan jemaah), petugas keamanan. Itu dari TNI-Polri seperti juga perintah Presiden, kita akan tambah,” kata Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu.
Dahnil mengatakan penambahan petugas haji dari unsur TNI-Polri dilakukan untuk memperkuat unsur perlindungan jemaah.
Menurutnya keberadaan petugas keamanan dari kedua institusi itu akan mendukung peningkatan kualitas layanan perlindungan jemaah di lapangan.
“Supaya kemudian mereka bisa bertugas lebih baik, karena lebih prima biasanya petugas dari TNI dan Polri. Dan kita akan putuskan tambah petugas dari TNI dan Polri,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf memamerkan seragam baru yang akan digunakan oleh petugas haji saat bertugas dalam penyelenggaraan ibadah Haji pada tahun ini.
Momen itu terjadi di saat yang sama yakni rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI, kemarin.
Sebelum memulai paparan, Irfan memamerkan seragam yang dikenakan oleh rombongannya.
“Pimpinan Komisi VIII dan para anggota, izinkan kami untuk memperkenalkan salah satu seragam Petugas Haji Republik Indonesia yang akan dikenakan nanti ketika bertugas di Makkah dan Madinah yang kita pakai sekarang ini,” kata Irfan.
Ia mengatakan seragam itu sebelumnya sempat disosialisasikan oleh Wakil Menteri Dahni Anzar dua pekan lalu.
“Sebetulnya sudah sejak dua minggu lalu disosialisasikan oleh Pak Wamen kita yang beliau kenakan ketika menggunakan kendaraan dinasnya di KRL itu,” kata Irfan.
Ia pun meminta pejabat-pejabat kementeriannya untuk berdiri agar seragam itu didokumentasikan oleh wartawan yang meliput.
Sementara dalam paparannya, Irfan menjelaskan progres istitha’ah jemaah haji. Irfan mengatakan jumlah jemaah yang diperiksa ada 220.283, sementara jemaah haji khususnya ada 14.644.
“Yang istitha’ah untuk reguler ada 216.237, sementara jemaah haji khusus yang istitha’ah 13.485. Di haji reguler yang tidak istitha’ah ada 1.135, jemaah haji khusus 34. Ini juga kadang-kadang kami mendapatkan beberapa komen bahwa Kementerian Haji ini tidak memberi peluang untuk orang menjalankan ibadah haji, padahal kita ingin istitha’ahnya benar-benar diterapkan,” kata Irfan. web

