
JAKARTA – Investasi emas dan perak batangan dinilai lebih menguntungkan sebagai instrumen murni dibandingkan perhiasan, terutama dari transparansi harga, likuiditas, dan potensi imbal hasil ketika dijual kembali.
Berdasarkan situs Sahabat Pegadaian, harga emas cetakan Galeri24 dan UBS kompak naik pada perdagangan dalam beberapa hari sebelumnya.
Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita mengatakan emas dan perak batangan jauh lebih unggul dibandingkan perhiasan, dari perspktif investasi murni. Menurutnya, nilai emas dan perak batangan hampir sepenuhnya merefleksikan harga logam mulia atau spot price, dengan komponen biaya tambahan yang relatif kecil dan sangat transparan.
“Ketika harga emas atau perak naik di pasar global, nilai batangan ikut naik hampir satu banding satu. Inilah yang membuatnya efisien sebagai instrumen investasi,” ujar Ronny.
Sebaliknya, Ronny menjelaskan perhiasan mengandung banyak unsur non-investasi, seperti ongkos desain, biaya pengerjaan, merek, serta margin toko yang cenderung tidak diakui kembali saat perhiasan dijual.
“Ketika dilepas ke pasar sekunder, perhiasan umumnya dihargai hanya berdasarkan berat dan kadar logamnya, bahkan sering kali masih dipotong biaya lebur. Akibatnya, secara ekonomi, perhiasan mengalami built-in loss sejak hari pertama dibeli,” terangnya.
Adapun kelemahan lain dari investasi perhiasan adalah likuiditas dan transparansi harga sehingga kurang ideal bagi investor yang mengejar kepastian nilai.
Ronny menerangkan emas dan perak batangan memiliki standar berat dan kemurnian yang jelas, diakui secara luas, dan mudah dijual kembali di banyak tempat dengan selisih harga jual-beli yang relatif sempit. Sementara, perhiasan nilainya sangat subjektif, bergantung pada selera pasar kondisi fisik, dan penilaian pedagang.
“Jadi dalam konteks ketidakpastian ekonomi global saat ini, mulai dari tensi geopolitik, risiko resesi, volatilitas pasar keuangan, hingga kebijakan suku bunga global, logam mulia batangan memang lebih tepat diposisikan sebagai instrumen lindung nilai (hedging),” kata Ronny.
Ia mengatakan emas dan perak secara historis berfungsi sebagai store of value ketika mata uang tertekan dan aset finansial berfluktuasi tajam. “Karena efisiensi dan kemurnian nilainya, bekerja lebih optimal untuk tujuan tersebut dibanding perhiasan,” ujar Ronny.
Dengan demikian, Ronny menegaskan emas dan perak batangan adalah pilihan rasional jika tujuannya adalah investasi dan perlindungan nilai kekayaan sedangkan perhiasan relevan dengan fungsi estetika dan sosial bukan instrumen investasi.
Terpisah, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan perhiasan mempunyai kelemahan, salah satunya harganya bisa dipotong banyak biaya administrasi. “Apalagi kalau dianggap perhiasan yang sudah dipakai, harga jual kembalinya jauh lebih rendah, meskipun harga emasnya sedang naik,” ujar Bhima. cnn/mb06

