Mata Banua Online
Kamis, Januari 22, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Daya Beli Melemah Mobil Bekas Jadi Pilihan

by Mata Banua
21 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
G:\2026\Januari\22 Januari 2026\7\7\master 7.jpg
MINAT KE MOBIL BEKAS – Kondisi daya beli masyarakat yang masih lesu, membuat pasar otomotif sulit mencapai target penjualan mobil baru. Hal ini karena harga yng terus melambung tidak mampu diiringi dengan pendapatan dan belanja masyarakatnya. Sehingga kini masyarakat lebih cenderung memilih mobil bekas dibandingkan mobil baru akibat faktor keterjangkauan ekonomi.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Industri otomotif nasional te­ngah menghadapi tantangan serius dalam men­capai target penjualan mobil baru.

Berdasarkan studi terbaru dari Lembaga Pen­yelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, ditemukan fakta bahwa mas­yarakat kini lebih cenderung memilih mo­bil bekas dibandingkan mobil baru akibat fak­tor keterjangkauan ekonomi.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\22 Januari 2026\7\7\hal 7 - 2 klm (KIRI).jpg

Harga Ayam Potong Mulai Melandai

21 Januari 2026
G:\2026\Januari\22 Januari 2026\7\7\hal 7 - 2 klm (Bawah).jpg

Investasi Emas Batangan dengan Perhiasan, Mana Lebih Menguntungkan

21 Januari 2026

Riset tersebut mencatat penurunan sig­nifikan pada penjualan mobil baru. Jika pa­da puncaknya di tahun 2013 penjualan mam­pu menembus 1,22 juta unit, angka ter­sebut merosot tajam menjadi hanya sekitar 833.702 unit pada 2025, turun 6,3 persen dari angka 866 ribu unit pada tahun 2024. Pa­da­hal, kapasitas produksi otomotif di In­do­­nesia sebenarnya mampu mencapai 2,35 juta unit per tahun.

Peneliti LPEM FEB UI meng­ung­kap­kan bahwa hambatan utama lesunya pasar mo­bil baru adalah harga kendaraan yang melonjak melampaui pertumbuhan pen­da­pat­an masyarakat. Hal ini memicu pe­nu­run­an daya beli yang nyata.

Sebagai ilustrasi, harga satu unit Toyota Avanza kini setara dengan 354 persen PDB per kapita Indonesia. Angka ini jauh lebih ti­nggi dibandingkan Malaysia, di mana har­ga kendaraan serupa hanya berada di angka 161 persen dari PDB per kapita mereka.

“Kenaikan pendapatan masyarakat tidak mam­pu mengejar kenaikan harga mobil ba­ru, sehingga harga dianggap tidak pro­po­r­si­onal atau terlalu mahal,” tulis laporan ter­sebut.

Kondisi ini mengubah peta persaingan pa­sar secara drastis. Pangsa pasar mobil ba­ru yang pada 2013 masih mendominasi se­be­sar 70 persen, kini menyusut hingga ter­sisa 32 persen pada 2024. Sebaliknya, pa­ngsa pasar mobil bekas justru melonjak dari 30 persen menjadi 68 persen pada pe­ri­ode yang sama.

Dari 767 responden pemilik mobil be­kas yang disurvei, sebanyak 42 persen men­yatakan bahwa harga yang terjangkau men­jadi pertimbangan finansial utama me­reka.

Faktor lain yang turut mendukung ada­lah pajak yang lebih rendah (23 persen) ser­ta tingkat depresiasi harga yang lebih ke­cil dibandingkan mobil baru (10 persen).

Pemerintah menargetkan penjualan mo­bil baru dapat mencapai 2 juta unit pada ta­hun 2030. Namun, proyeksi LPEM FEB UI menunjukkan bahwa dengan per­tum­buh­an ekonomi sebesar 5,5 persen, pen­ju­al­an hanya diperkirakan menyentuh angka 1,32 juta unit.

Untuk mencapai target tersebut, riset ini menyarankan pemerintah perlu me­ng­ambil langkah nyata untuk meninkatkan ke­terjangkauan mobil baru, termasuk mem­per­sempit selisih harga dengan mobil bekas. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper