Mata Banua Online
Kamis, Januari 22, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

657 Ribu Siswa dan 56 Ribu Guru Jadi Korban Banjir Sumatra

by Mata Banua
21 Januari 2026
in Headlines
0

 

SISWA sekolah dasar menaikkan bendera merah putih pada apel tiap Senin pagi. Di Sumatera, sebanyak 600 ribu lebih siswa hingga 56 ribu guru terdampak akibat bencana banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu.

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengungkap sebanyak 4.549 lembaga pendidikan ikut terdampak bencana banjir dan longsor hebat di tiga provinsi Sumatra pada akhir November 2025 lalu.

Berita Lainnya

Petugas Haji dari TNI dan Polri Naik Drastis

Petugas Haji dari TNI dan Polri Naik Drastis

21 Januari 2026
Gerindra Bahas Nasib Bupati Sudewo Usai Jadi Tersangka

Gerindra Bahas Nasib Bupati Sudewo Usai Jadi Tersangka

21 Januari 2026

Menurut Mu’ti, kondisi itu menyebabkan layanan pendidikan terhadap 657.193 peserta didik terganggu. Sedangkan, jumlah guru yang ikut terdampak mencapai 56.882 guru.

“Tercatat 4.549 satuan pendidikan terdampak yang berimplikasi pada terganggunya layanan pendidikan bagi sekitar 657.193 peserta didik serta aktivitas pembelajaran oleh 56.882 guru,” ujar Mu’ti dalam rapat di Komisi X DPR, Rabu (21/1), seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Dia menyebut pemerintah telah mengambil langkah cepat. Pihaknya ingin agar para siswa tetap mendapat haknya sebagai peserta didik, kendati dalam situasi darurat.

Hingga saat ini, ujar Mu’ti pihaknya telah memberikan 27 ribu paket school kit kepada siswa terdampak. Kemendikdasmen juga telah mendirikan 168 unit tenda belajar darurat, 147 ruang kelas darurat, dan dana operasional darurat untuk 1.339 satuan pendidikan.

Selain itu, ada pula tunjangan bencana bagi 16.467 guru terdampak, dukungan psikososial di 680 satuan pendidikan, dan 147.670 buku untuk mendukung keberlanjutan pembelajaran.

“Semoga seluruh bantuan tersebut dapat mendukung kebutuhan anak-anak kita untuk tetap mendapatkan hak pendidikannya meskipun dalam kondisi yang sangat terbatas,” katanya.

Sebagai respons cepat, ujar Mu’ti, pihaknya juga telah menerbitkan surat Edaran Menteri berisi petunjuk teknis pembelajaran di daerah terdampak bencana.

Menurut dia, Edaran itu akan menjadi pedoman bagi sekolah untuk tetap beradaptasi memasuki semester genap mulai 5 Januari.

“Kebijakan ini menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran 2025-2026 yang dimulai pada 5 Januari 2026 dengan pendekatan yang adaptif terhadap kondisi lapangan,” katanya. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper