JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah (Pemda) meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan harga bahan pokok (bapok) menjelang Ramadhan. Pemda diminta aktif memantau pasar dan berkomunikasi dengan daerah penghasil.
Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir meminta kepala daerah rutin turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan pedagang. Langkah ini diperlukan agar lonjakan harga saat Ramadhan dan Idulfitri dapat ditekan.
“Tolong turun, kumpulkan teman-teman pedagang itu, komunikasikan dengan daerah penghasilnya Pak. Supaya nanti pada saat Ramadhan dan Lebaran kenaikan itu tidak terlalu tinggi,” ujar Tomsi di Kantor Kemendagri, Jakarta.
Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pembahasan antisipasi kenaikan harga tiket pesawat menjelang Ramadhan dan Idulfitri. Rapat berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri.
Tomsi mencatat harga sejumlah komoditas seperti telur, daging ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit mengalami penurunan. Namun, ia mengingatkan kenaikan harga bawang putih dan minyak goreng yang terjadi di saat komoditas lain melemah.
Pemda diminta melakukan intervensi jika terjadi kenaikan harga minyak goreng melalui penambahan stok Minyakita. Tomsi juga meminta perhatian terhadap pergerakan harga beras di sejumlah daerah.
“Cek ada apa Bulog di sana. Kalau memang betul, kuotanya kurang atau stoknya kurang, tolong dorong,” ujar Tomsi, merujuk pada peran Perum Bulog.
Tomsi menekankan pengendalian inflasi memerlukan pemantauan berkelanjutan. Daerah diminta tidak lengah meski angka inflasi terlihat terkendali. “Yang tinggi maupun yang rendah bisa saja menjadi tinggi kalau lengah. Cek lagi, komunikasikan lagi, kontrol lagi ke pasar,” kata Tomsi.
Sementra itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut sejumlah komoditas pangan strategis mulai dari beras, gula pasir, hingga bawang putih merangkak naik menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan 2026.
Menurut Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, pemantauan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar danKebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan masih terdapat komoditas yang diperdagangkan di atas harga acuan penjualan (HAP) maupun harga eceran tertinggi (HET).
“Memang ada beberapa komoditas yang masih tercatat mengalami kenaikan di atas harga acuan maupun harga eceran tertinggi,” kata Nawandaru dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2026, Senin.
Selain beras, Nawandaru menyebut, per 15 Januari 2026, gula pasir juga mengalami kenaikan seak sejak pascatahun baru hingga saat ini.
Dia menilai, kondisi tersebut perlu diwaspadai mengingat dalam waktu kurang dari satu bulan ke depan akan memasuki Ramadan dan Idulfitri 2026, yang berpotensi mendorong peningkatan permintaan dan tekanan lanjutan terhadap harga. bisn/mb06

