
JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut sejumlah komoditas pangan strategis mulai dari beras, gula pasir, hingga bawang putih merangkak naik menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan 2026.
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra mengatakan pemantauan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar danKebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan masih terdapat komoditas yang diperdagangkan di atas harga acuan penjualan (HAP) maupun harga eceran tertinggi (HET).
“Memang ada beberapa komoditas yang masih tercatat mengalami kenaikan di atas harga acuan maupun harga eceran tertinggi,” kata Nawandaru dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2026, Senin.
Selain beras, Nawandaru menyebut, per 15 Januari 2026, gula pasir juga mengalami kenaikan seak sejak pascatahun baru hingga saat ini.
Dia menilai, kondisi tersebut perlu diwaspadai mengingat dalam waktu kurang dari satu bulan ke depan akan memasuki Ramadan dan Idulfitri 2026, yang berpotensi mendorong peningkatan permintaan dan tekanan lanjutan terhadap harga.
Selain beras dan gula, beberapa komoditas protein hewani juga masih mencatatkan harga di atas acuan, seperti daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Begitu pula dengan bawang merah yang juga masih berada diatas harga acuan.
Untuk bawang putih, Nawandaru mengungkap kenaikan harga terjadi secara bertahap, baik untuk grade A Kating maupun grade B Honan, dengan pengaruh signifikan dari wilayah Indonesia Timur. “Untuk grade B juga untuk komodita bawang putih jenis Honan ini juga mengalami kenaikan meskipun sebenarnya kenaikan secara rata-rata nasional ini dipengaruhi salah satunya adalah kenaikan yang sangat signifikan di kawasan Maluku dan Papua,” terangnya.
Di sisi lain, Nawandaru menyatakan harga Minyakita secara nasional masih relatif stabil di kisaran Rp16.800 per liter.
Namun demikian, Kemendag menyatakan pihaknya akan terus mengawal implementasi kebijakan baru melalui Peraturan Menteri Perdaganga Nomor 43 Tahun 2025 (Permendag 43/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah harga pangan strategis melampaui HAP maupun HET pada pekan ketiga Januari 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan secara rata-rata, harga telur ayam ras terus menunjukkan tren peningkatan sejak Mei 2025. Sampai dengan pekan ketiga Januari 2026, rata-rata harga telur ayam ras mencapai Rp3233 per kilogram atau naik 0,17% dibandingkan Desember 2025 di level Rp32.576 per kilogram. HAP telur ayam ras ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.
BPS juga mencatat harga daging ayam ras masih berada di atas HAP, meskipun secara mingguan mengalami penurunan tipis, yakni 0,08% dibanding Desember 2025. Pada pekan ketiga Januari 2026, rata-rata harga daging ayam ras mencapai Rp40.252 per kilogram. Harganya masih melampaui HAP Rp40.000 per kilogram di tingkt konsumen.
Selain itu, harga bawang putih terlihat sudah berada di atas HAP Rp38.000 per kilogram. bisn/mb06

