Mata Banua Online
Minggu, Januari 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Gubernur Kalsel Ajak ASN Menjelami Makna Isra Miraj

by Mata Banua
18 Januari 2026
in Pemprov Kalsel
0

 

Berita Lainnya

Warga Desa Sampurna Sambut Haru Kehadiran Istri Gubernur Kalsel

Warga Desa Sampurna Sambut Haru Kehadiran Istri Gubernur Kalsel

18 Januari 2026
Wagub Kalsel Bersama Ketua BKOW Silaturahmi dan Bagikan Sembako

Wagub Kalsel Bersama Ketua BKOW Silaturahmi dan Bagikan Sembako

14 Januari 2026

Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin saat menyampaikan sambutan pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 hijriyah di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin dan Wakil Gubernur (Wagub), H Hasnuryadi Sulaiman mengajak seluruh pegawai negeri (ASN) agar menjelami makna peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 H/2026 M.

Hal itu disampaikannya pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di lingkungan Pemprov Kalsel yang berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Jum’at (16/1).

Tampak hadir mendampingi Gubernur H Muhidin, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj Fathul Jannah dan peringatan Isra Mir’aj 1447 H ini menghadirkan penceramah Habib Jindan Bin Novel dan HM Qomaruddin atau biasa akrab disapa Guru Busu.

Syair-syair Maulid Habsyi dari Habib Muhsin Al Hamid, cucu Habib Sholeh Al Hamid Tanggul itu menggema di Gedung Mahligai Pancasila.

Hadir pula, Kabinda Kalsel, Brigjen Pol Nurullah, Sekdaprov Kalsel, HM Syarifuddin, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel, Dr HM Tambrin serta jajaran SKPD Kalsel lainnya serta para alim ulama di Kalsel.

Kegiatan ini bertajuk: “Selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Semoga perjalanan suci Baginda Rasulullah menjadi pengingat bagi kita untuk terus memperbaiki kualitas sholat dan mempererat hubungan kita dengan Sang Pencipta.”

Gubernur H Muhidin juga menyampaikan pesan keagamaan terkait keutamaan bacaan doa pada Jumat terakhir di bulan Rajab. Pesan itu disampaikan sebagai bentuk ajakan untuk meningkatkan amalan ibadah umat Muslim.

Dalam pesannya, Gubernur H Muhidin menyebutkan keutamaan membaca ayat doa “Ahmadu Rasûlullah Muhammadu Rasûlullah”, yang memiliki arti “Ahmad adalah utusan Allah, Muhammad adalah utusan Allah.”

Gubernur H Muhidin menyebut bahwa bacaan tersebut dianjurkan untuk dibaca sebanyak 35 kali saat khatib menyampaikan khutbah kedua pada pelaksanaan Salat Jumat di Jumat terakhir bulan Rajab.

Gubernur berharap pesan ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat Muslim di Kalimantan Selatan untuk memperbanyak doa dan amalan, khususnya di bulan Rajab yang termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam.

Penceramah Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan dalam tausiyahnya bahwa pentingnya kedudukan masjid dalam Islam serta makna mendalam dari peristiwa Isra dan Mi‘raj Nabi Muhammad SAW. Hal itu disampaikannya dalam sebuah tausiyah yang membahas perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjid al-Aqsa sebagai perjalanan penuh keberkahan dan pelajaran bagi umat manusia.

Pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten itu menjelaskan bahwa Allah Ta‘ala secara khusus menyebut perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil aram menuju Masjid al-Aqsa, yang merupakan masjid yang diberkahi.

Menurutnya, Masjidil Haram memiliki keutamaan yang sangat luar biasa, sementara Masjid al-Aqsa adalah tempat yang Allah limpahi keberkahan di sekelilingnya.

Habib Jindan juga mengungkapkan bahwa para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai masjid pertama yang diletakkan di muka bumi.

Sebagian ulama berpendapat masjid tersebut diperuntukkan bagi manusia, sementara pendapat lain menyatakan masjid itu telah ada bahkan sebelum manusia diciptakan, termasuk sebelum para malaikat diperintahkan untuk menghadapinya.

“Dari Rasulullah SAW kita memahami betapa pentingnya perintah dan kedudukan masjid. Masjid adalah pusat ilmu dan ibadah,” ujar Habib Jindan.

Habib Jindan menambahkan bahwa Rasulullah SAW dikenal dengan akhlaknya yang sangat mulia, di mana seluruh perbuatan beliau menjadi teladan penuh kemuliaan bagi umatnya.

Lebih lanjut, Habib Jindan menjelaskan bahwa peristiwa Isra dan Mi‘raj terjadi karena Allah hendak mengajarkan ilmu, memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya serta memberikan penguatan dan harapan kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW juga dipertemukan dengan para nabi di masjid-masjid yang menunjukkan keagungan dan kekhusyukan peristiwa tersebut.

“Perjalanan itu menunjukkan bahwa tempat-tempat yang dilalui Rasulullah SAW adalah tempat-tempat yang diberkahi. Allah memperjalankan Rasulullah SAW dari satu masjid ke masjid yang lain, dari Masjidil Haram ke Masjid al-Aqsa, sebuah tempat yang penuh keberkahan di sekelilingnya,” tuturnya.

Menurut Habib Jindan, keberkahan inilah yang Allah perlihatkan kepada Rasulullah SAW sebagai pelajaran penting bagi seluruh umat manusia agar senantiasa memuliakan masjid dan menjadikannya sebagai pusat ibadah, ilmu dan pembinaan akhlak.

Penceramah KH Muhammad Qomaruddin atau yang akrab disapa Guru Busu menerangkan kisah peristiwa Isra Mi’raj merupakan kejadian nyata yang sarat dengan pelajaran mendalam bagi umat manusia. Menurut Guru Busu, dalam peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah SAW diperlihatkan berbagai gambaran yang penuh makna, bukan sekadar tontonan, melainkan pelajaran tentang kehidupan, tanggung jawab, dan amanah manusia di dunia.

“Salah satu gambaran yang diperlihatkan kepada Rasulullah SAW adalah sekelompok manusia yang memikul kayu di atas pundak mereka. Beban itu sudah sangat berat hingga sebenarnya mereka tidak lagi sanggup memikulnya, namun anehnya mereka justru meminta agar bebannya ditambah lagi,” tutur Guru Busu.

Rasulullah SAW, menurutnya, merasa heran dengan pemandangan tersebut dan kemudian bertanya kepada Malaikat Jibril mengenai makna di baliknya.

Jibril menjelaskan bahwa gambaran itu melambangkan manusia yang telah diberikan amanah oleh Allah, padahal amanah tersebut sejatinya sudah melebihi kemampuan mereka.

“Namun karena hawa nafsu, ketamakan dan keserakahan manusia terus ingin menambah amanah itu tanpa mempertimbangkan kemampuannya,” jelasnya.

Guru Busu menambahkan, Allah SWT telah memberikan banyak nikmat kepada manusia, seperti hak hidup, umur yang panjang, kesehatan serta kesempatan untuk beramal. Seluruh nikmat tersebut bukanlah milik mutlak manusia, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Umur yang bertambah bukan hanya soal angka, tetapi tanggung jawab yang semakin besar. Karena itu Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap pertambahan usia diisi dengan kebaikan, dijalani sesuai sunnah, dan dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah,” pungkasnya. mr/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper