Mata Banua Online
Rabu, Januari 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kerugian Bencana Sosial Capai Rp 107,430 M

by Mata Banua
14 Januari 2026
in Banjarmasin, Indonesiana
0
G:\2026\Januari\15 Januari 2026\2\22\New Folder\Kerugian Bencana Sosial Capai Rp 107,430 M.jpg
H Achmadi SSos

BANJARMASIN – Kerugian bencana sosial yang di dominasi musibah kebakaran pemukiman penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025 (Januari-Desember) mencapai Rp 107,430 miliar.

“Dari kerugian bencana sosial itu terbesar di alami Kota Banjarmasin sekitar Rp 47,3 miliar,” ucap Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Rabu (14/1).

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\15 Januari 2026\2\22\New Folder\Pencuri Bollard Trotoar Ditangkap.jpg

Pencuri Bollard Trotoar Ditangkap

14 Januari 2026
G:\2026\Januari\15 Januari 2026\2\22\New Folder\Laka Lantas Tewaskan Dua Pengendara.jpg

Laka Lantas Tewaskan Dua Pengendara

14 Januari 2026

Selain itu, lanjut Madi –sapaan akrabnya, kerugian bencana sosial yang cukup besar di alami Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) sekitar Rp 11,090 miliar, Hulu Sungai Tengah (HST) ditaksir Rp 10,080 miliar, dan Kabupaten Banjar sekitar Rp 7,8 miliar.

Kemudian, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sekitar Rp 5,548 miliar, Kota Banjarbaru ditaksir Rp 5,390 miliar, dan Tabalong ditaksir sekitar Rp 3,650 miliar.

Selanjutnya, Kabupaten Balangan sekitar Rp 3,447 miliar, Tapin ditaksir Rp 3,265 miliar, Barito Kuala (Batola) Rp 2,980 miliar, Tanah Laut (Tala) Rp 2,335 miliar, Hulu Sungai Selatan (HSS) Rp 2,430 miliar, dan Kotabaru sekitar Rp 1,875 miliar.

Ketika ditanya frekuensi bencana sosial selama tahun 2025, Madi menyebutkan ada 376 kali dan terbanyak di Kota Banjarbaru mencapai 75 kali, tetapi termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selain itu, Kota Banjarmasin 66 kali, Kabupaten HST ada 46 kali, Kabupaten Banjar 45 kali, HSS 27 kali, Batola 21 kali, Balangan 20 kali, Tapin 19 kali, dan HSU ada 18 kali.

“Akibat bencana kebakaran pemukiman penduduk itu menyebabkan 662 kepala keluarga (KK) atau 1.887 jiwa kehilangan tempat tinggal, dan sembilan orang di antaranya meninggal dunia dan empat luka-luka,” katanya.

Ke sembilan korban meninggal dunia itu, yakni tujuh di Kota Banjarmasin dan masing-masing satu di Kabupaten HST dan HSU.

Kebakaran tersebut juga menyebabkan 459 buah rumah mengalami kerusakan berat, 124 rumah rusak sedang, dan 113 rumah rusak ringan.

Madi pun mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di kawasan kumuh dan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadan guna mengurangi resiko bencana, terutama kebakaran pemukiman penduduk. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper