
JAKARTA – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyoroti belum normalnya harga sejumlah bahan pokok pascamomentum Natal dan Tahun Baru (Nataru), terutama daging sapi yang terus mengalami lonjakan harga d tingkat pedagang.
Ketua Umum Ikappi Abdullah Mansuri mengatakan kenaikan harga daging sapi terjadi secara bertahap dan berulang sejak momentum Nataru hingga pertengahan Januari 2026. “Sekarang pedagang menjual di harga Rp125.000-130.000 [per kilogram] akibat setiap 1 minggu ada kenaikan dua kali di angka Rp2.000 per potong,” kata Abdullah.
Sebelum Nataru, harga daging sapi di tingkat pedagang masih berada di kisaran Rp108.000-Rp120.000 per kilogram per 13 Januari 2026.
Ikappi bahkan memperkirakan harga daging sapi berpotensi menembus Rp150.000 per kilogram menjelang Lebaran 2026. “Pedagang tidak mengetahui mengapa harga daging sapi terus mengalami lonjakan kenaikan, bahkan pedagang sempat ingin demo tetapi kami tahan,” ujarnya.
Ikappi mencatat kenaikan harga bahan pokok bukan hanya daging sapi, melainkan juga pada daging ayam, beras, cabai, hingga bawang yang dipicu oleh tingginya permintaan selama Nataru. Namun, dua minggu setelah Nataru, sejumlah komoditas tersebut belum menunjukkan penurunan harga yang signifikan.
Abdullah menuturkan bahwa harga ayam ras saat ini berada di level Rp45.000 per ekor, setelah sempat menyentuh Rp50.000 per ekor saat Nataru. Meski mengalami penurunan, harga ayam belum kembali ke level normal yang biasanya berada di kisaran Rp38.000-40.000 per ekor.
Untuk komoditas cabai, lanjut dia, harga cabai rawit tercatat berada di level Rp60.000 per kilogram, turun dari Rp80.000 per kilogram saat Nataru. Cabai keriting juga mengalami penurunan menjadi Rp50.000 per kilogram dari sebelumnya Rp80.000 per kilogram. Dia menambahkan, harga bawang putih juga naik menjadi Rp50.000 per kilogram. Sementara bawang merah berada di level Rp50.000 per kilogram.
Di sisi lain, beras prmium jenis pandan wangi naik menjadi Rp17.500 per liter dari sebelumnya Rp17.000 per liter, atau sekitar Rp105.000 per 5 kilogram. Untuk beras medium jenis Ramos dibanderol Rp73.000 per 5 kilogram, sedangkan beras premium Ramos berada di kisaran Rp10.500-13.000 per liter.
Berdasarkan data Ikappi, harga minyak goreng dan gula masih cenderung stabil. Harga minyak goreng curah pedagang dipatok Rp20.000 per kilogram dan minyak kemasan sederhana Minyakita berada di rentang Rp18.000-20.000 per liter, sedangkan gula pasir dijual di kisaran Rp17.500-18.000 per kilogram. bisn/mb06

