
PELAIHARI- Bupati Tanah Laut (Tala), H Rahmat Trianto menempatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sebagai instansi prioritas.
Hal ini ditegaskan dalam acara pengarahan khusus di Aula Dinas Pendidikan Tanah Laut, Pelaihari, Rabu (14/1) dihadiri seluruh ASN di lingkup Disdikbud se-Kabupaten Tanah Laut, mulai dari jajaran struktural kantor hingga tenaga pendidik di lapangan.
Bupati H Rahmat Trianto menegaskan bahwa masa depan daerah tidak bisa ditawar dan harus dimulai dari meja pendidikan dan menyoroti fenomena pendidikan yang terkadang hanya mengejar angka, namun melupakan karakter.
Rahmat memberikan peringatan keras bahwa kecerdasan intelektual tanpa dibarengi etika akan menjadi bumerang bagi masa depan anak didik di Tanah Laut.
Selain urusan perihal pendidikan, kurikulum dan SDM, Rahmat Trianto juga menyentuh aspek pola kerja dan meminta seluruh ASN Disdikbud untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi.
Rahmat mencontohkan bagaimana dia menggunakan olahraga dan media sosial (Medsos) sebagai jembatan untuk menghapus sekat antara Bupati dan bawahan agar koordinasi pembangunan berjalan lebih cepat.
“Supaya kerja itu nyaman, saya pikir itu. Mulai dari olahraga, bukan diisi berkomunikasi yang di media sosial. Dari WhatsApp dan semuanya itu sambung lagi di sana,” ungkapnya.
Bupati menekankan bahwa investasi pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin baru terlihat 15 tahun ke depan. ris/ani

