
JAKARTA – Keterbatasan gudang milik Bulog menjadi salah satu tantangan pada panen raya yang diperkirakan datang lebih cepat Februari 2026. Gudang Bulog yang jumlahnya masih sedikit juga menjadi ancaman bagi ekspor dan muti komoditas.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan panen raya padi nasional dapat berlangsung lebih awal pada Februari 2026, dibandingkan umumnya yang berlangsung pada Maret.
Tantangannya terdapat pada ketersediaan gudang bulog. Saat ini Bulog hanya memiliki 1.500-an gudang. Jumlah tersebut dinilai masih kurang. Pemerintah ingin mengembalikan fungsi 400-an gudang Bulog yang dahulu sempat ahli fungsi. “Gudang bulog dulu ada 1.000, hampir 1.900. Sekarang tinggal 1.500-an, yang 400-an alih fungsi. Nah kita ingin kembalikan, karena gudangnya kurang,” kata Zulhas.
Pengamat pertanian Syaiful Bahari menyampaikan bahwa definisi percepatan panen raya perlu diperjelas, sebab panen yang lebih cepat dari jadwal akan berisiko terhadap kualitas gabah. “Jika kualitas gabah jelek, maka berakibat pada kualitas beras. Jangan sampai beras baru disimpan sudah rusak,” kata Syaiful.
Lebih lanjut, dia juga menilai bahwa Perum Bulog semestinya membuat perencanaan yang lebih matang terkait siklus serapan beras. Menurutnya, yang terpenting dilakukan oleh Bulog saat ini ialah memperbaiki sistem manajemen penyimpanan beras yang baik dan memperbaiki mekanisme penyerapan beras dari penggilingan-penggilingan beras rakyat kecil dan menengah. “Jangan hanya fokus di serapan, tetapi infrastruktur dan manajemen pengelolaan cadangan berasnya belum siap,” imbuhnya.
Selain itu, Syaiful juga menyinggung terkait klaim pemerintah mengenai stok cadangan beras terbanyak. Menurutnya, pemerintah lebih baik menggunakan stok yang ada untuk distribusi di pasar dan mendorong harga beras turun kembali seperti semula.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan panen raya padi nasional dapat berlangsung lebih awal pada Februari 2026, dibandingkan umumnya yang berlangsung pada Maret.
Tantangannya terdapat pada ketersediaan gudang Bulog. Zulhas menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan dalam rangka peningkatan target stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 4 juta ton pada tahun ini. “Diperkirakan produksinya lebih tinggi dari pada tahun 2025, sekitar 5-10% lebih tinggi lagi,” kata Zulhas.
Lebih lanjut, pemerintah menargetkan stok cadangan beras di gudang Perum Bulog dapat dipertahankan pada angka 4 juta ton setiap tahunnya hingga 2029 mendatang. Oleh karena itu, Zulhas menyebut bahwa pembanguna 100 gudang Perum Bulog yang baru akan dilaksanakan pada tahun ini.
Dia menjelaskan bahwa program tersebut akan tercantum dalam instruksi presiden (Inpres) agar Perum Bulog dapat menampung lebih banyak stok beras.
Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi beras nasional pada 2026 mendatang dapat mencapai 34,77 juta ton. Peningkatan produksi padi kembali menjadi salah satu program prioritas Kementan pada 2026 untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan. cnn/mb06

