
BANJAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar terus mendistribusikan bantuan ke wilayah-wilayah terdampak banjir di daerah setempat.
Penyaluran distribusi bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir itu, di antaranya di Kecamatan Sungai Tabuk dan Astambul.
“Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Banjar untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi,” ucap Bupati Banjar Saidi Mansyur di Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu.
Memasuki hari ke-12 penanganan bencana banjir, pihaknya terus mengoptimalkan distribusi bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak melalui koordinasi lintas perangkat daerah.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penguatan penanganan bencana agar bantuan dapat diterima masyarakat secara merata, tepat sasaran, dan tepat waktu.
Dia menjelaskan di Kecamatan Sungai Tabuk bantuan logistik disalurkan ke tiga desa, yakni Desa Gudang Hirang 900 paket, Sungai Bakung (550), dan Abumbun Jaya (550 paket), sedangkan di Kecamatan Astambul bantuan diberikan kepada warga Desa Pingaran Ulu (560) dan Pingaran Ilir (547).
Untuk memastikan penyaluran berjalan efektif, ucapnya, pendistribusian bantuan dibagi menjadi dua tim. Tim pertama dimotori Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dengan pendampingan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
Tim kedua dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar didampingi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya.
Dalam mendukung kelancaran distribusi, terangnya, Pemkab Banjar mengerahkan armada kendaraan dari sejumlah OPD. Meski penyaluran bantuan berlangsung hingga malam hari dan petugas harus menyusuri wilayah dengan genangan air hampir setinggi paha orang dewasa.
“Hal tersebut tidak menyurut niat kami dan semangat tim di lapangan untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang terdampak,” katanya.
Penyaluran logistik ini bagian dari mekanisme penanganan bencana yang telah berjalan sejak awal masa tanggap darurat.
Seluruh kegiatan distribusi berdasarkan hasil pendataan kebutuhan di lapangan serta koordinasi lintas perangkat daerah agar bantuan tersalurkan secara berkesinambungan sesuai kondisi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Yudi Andrea memastikan seluruh dapur umum akan tetap beroperasi hingga status tanggap darurat berakhir.
“Layanan dapur umum selama masa tanggap darurat harus tetap berjalan. Seperti pada tanggap darurat sebelumnya, kami menjamin kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha menyampaikan hingga saat ini 124 desa dan kelurahan di 10 kecamatan masih terdampak banjir, dengan jumlah pengungsi mencapai 2.879 jiwa.
“Kita melihat bencana banjir masih berdampak pada kehidupan dan penghidupan masyarakat. Oleh karena itu, sesuai hasil rapat tim, status tanggap darurat diperpanjang selama tujuh hari ke depan,” kata dia.
Pihaknya akan terus mendorong pembagian paket bantuan kepada masyarakat terdampak dengan melibatkan berbagai unsur.
“Alhamdulillah, pemerintah juga didukung seluruh elemen masyarakat, baik organisasi kemasyarakatan, legislatif, maupun seluruh jajaran SKPD yang rutin menyalurkan bantuan hingga hari ini,” katanya.
Penyaluran bantuan logistik ini menjadi wujud sinergi lintas perangkat daerah dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Banjar.
Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat hingga kondisi berangsur pulih dan aktivitas warga kembali normal. ant

