Mata Banua Online
Senin, Februari 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

PBSI Kembali Rombak Ganda Putri

by Mata Banua
12 Januari 2026
in Olahraga
0
G:\2026\Januari\13 Januari 2026\9\Olahraga Selasa\PBSI.jpg
Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva.(Foto:mb/ ant/Arsip foto)

Jakarta – Pelatih ganda putri Indonesia Karel Mainaky memastikan perombakan pasangan utama sektor ganda putri dengan memisahkan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti serta Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi.

Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi performa sepanjang 2025 yang dinilai belum menunjukkan hasil sesuai harapan. Karel menyebut kedua pasangan tersebut sudah tidak bisa lagi dipertahankan.

Berita Lainnya

Arsenal Kokoh di Puncak Setelah Babat Sunderland 3-0

Arsenal Kokoh di Puncak Setelah Babat Sunderland 3-0

8 Februari 2026
Indonesia Gagal Juarai Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Gagal Juarai Piala Asia Futsal 2026

8 Februari 2026

“Kami sudah memberikan kesempatan beberapa pertandingan kepada Apri/Fadia dan Lanny/Tiwi, tetapi hasilnya belum memuaskan. Saya kira sudah tidak bisa lagi diteruskan,” kata Karel dalam keterangan resminya, Senin.

Dalam komposisi baru, Apriyani dipasangkan dengan Lanny, sementara Fadia dipasangkan dengan Tiwi. Karel menjelaskan kombinasi tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan teknis masing-masing pemain.

Menurut Karel, Fadia membutuhkan pasangan dengan postur dan kekuatan serangan dari belakang, sedangkan Apriyani yang masih dalam proses kembali setelah cedera panjang, memerlukan partner yang mampu melakukan rotasi permainan dan memiliki power.

“Fadia lebih membutuhkan yang punya power di belakang dan Tiwi punya kelebihan itu. Sementara Apri sekarang membutuhkan pasangan yang bisa rotasi dan juga punya power, Lanny saya rasa bisa mengisi pos tersebut,” ujar Karel.

Dua pasangan baru itu dijadwalkan melakoni debut pada Super 500 Indonesia Masters 2026 yang berlangsung pada 20–25 Januari.

Sementara itu, Karel mengaku cukup puas dengan perkembangan dua pasangan lainnya, yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.

Rachel/Febi meraih gelar Super 500 Australian Open 2025, sedangkan Ana/Trias menjadi runner-up.

Keempat pasangan tersebut juga masuk dalam proyeksi jangka menengah menuju Asian Games 2026 yang akan digelar di Aichi-Nagoya, Jepang pada 19 September–4 Oktober.

“Untuk proyeksi Asian Games memang saya ingin mendorong Rachel/Febi dan Ana/Trias, tetapi kami tidak menutup kesempatan bagi pasangan baru ini jika memang performanya lebih baik,” kata Karel. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper