Mata Banua Online
Senin, Januari 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Mandi Di Sungai Dangkal Anak Panti Tewas Tenggelam

by Mata Banua
12 Januari 2026
in Banjarmasin, Indonesiana
0

BANJARMASIN – Warga bermukim di Gang Taufiq, Jalan Manggis, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur geger, seorang bocah anak panti asuhan tewas tenggelam di sungai, Minggu (11/1) sekitar pukul 12.00 Wita.

Korban bernama Rakaani Muhammad Fakhid Sumilad (10), dilaporkan tenggelam di air saat sedang bermain di sungai Gang Taufiq, Jalan Manggis, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\13 Januari 2026\5\Hal 5\Walikota Banjarmasin H.Muhammad Yamin dan istri memantau sampah kiriman di PSU Sungai Gampa.jpg

Limbah Kayu Kiriman Dibersihkan di Sungai Gampa

12 Januari 2026
G:\2026\Januari\13 Januari 2026\5\Hal 5\Walikota HM.Yamin dan anggota DPRD serta SKPD lingkungan pemko Banjarmasin meninjau banjir.jpg

Yamin Salurkan Bantuan Banjir di Sungai Lulut

12 Januari 2026

Korban memang tidak bisa berenang, namun ia tetap bermain dengan bocah seusianya sesama anak Panti Asuhan Ashabul Yamin. Dari informasi sebelum ditemukam tenggelam dan tewas.

Rakaani, ikut bermain air, sekitaran jembatan ditepian sungai. Tapi, ia ikut main tenggelam tenggelaman dan tak kunjung kepermukaan saat masuk ke dalam air.

Saksi bernama Hanan, ke polisi bercerita Rakaani main tenggelam temggelaman ia masuk air dan tak kunjung kepermukaan, olehnya dan teman temannya diberitahu kepada warga sekitar.

“Setelah dilakukan pencarian dan korban ditemukan tidak jauh di sungai dimana ia bermain tenggelam tenggelaman. Warga melakukan pertolongan namun Tuhan berkehendak lain, ia pergi untuk selamanya.

Dalam rangka memastikan korban masih hidup warga mengevaluasi korban ke IGD Rumah Sakit (RS) Bhayangkara ir Hoegeng Imam Santoso, tetapi dalam pemeriksaan medis pihak rumah sakit, korban sudah dalam kondisi meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Aditya Ari Saputra (38) selaku Paman Rakaa mengatakan, Rakaa bermain air di sungai yang airnya dangkal, ada kemungkinan korban terpeleset lalu jatuh dan tidak muncul dari air.

Alfaro (12), kakak korban dan adiknya jalan santai (lari pagi) bersama, kemudian bermain air bersama teman seusianya bernama Hanan.

“Rakaa, sebelum bermain minta saya mengajak Hanan ikutan main air,” sedih Alfaro. Pengurus panti asuhan membenarkan, bila Rakaa sudah selama lima bulan, tinggal dan ikut belajar membaca dan menulis di Panti Asuhan Ashabul Yamin.

“Ikut belajar di semester satu, ikut belajar paket A, lanjutan ke jenjang SMP,” beber pengurus panti asuhan Ashabil Yamin, Jalan Gang Limau, Cempaka Putih, Banjarmasin.

Tinggal menghitung hari ia ulang tahun ke-11 tahun tepatnya pada 15 Januari 2026. Korban tenggelam adalah darah Manado, orang tua perempuannya masih hidup tinggal di Manado, Sulawesi Utara.

Rakaa menyusul ayahnya almarhum, Syaiful Imami yang meninggal dunia tahun 2024 silam, karena sakit akut dideritanya. Rakaa di kebumikan di TPU, Jalan A Yani Km 21, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. sam/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper