Mata Banua Online
Sabtu, Februari 14, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Gabah Petani Tetap Dihargai Rp6.500 per Kg

by Mata Banua
12 Januari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Perum Bulog menargetkan pe­n­ye­rap­an 4 juta ton gabah setara beras pada 2026 de­­ng­an harga pembelian Rp6.500 per kilogram di level petani.

Target tersebut dipastikan ber­laku untuk semua kualitas ga­bah atau gabah any quality dan di­susun melalui koordinasi antara Bu­log, Badan Pangan Nasional (Ba­panas), dan Kementerian Per­ta­nian (Kementan).

Berita Lainnya

Otorita Siapkan Jalan Akses Utama KIPP IKN

Otorita Siapkan Jalan Akses Utama KIPP IKN

12 Februari 2026
Danantara Ambil Alih Proyek PLTSa Samarinda

Danantara Ambil Alih Proyek PLTSa Samarinda

12 Februari 2026

Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan target pen­ye­rapan tersebut dibahas dalam ra­pat lintas lembaga dan di­si­ap­kan sebagai bagian dari penguatan ca­dangan pangan nasional, Senin.

Target penyerapan tersebut di­susun seiring dengan proyeksi pro­duksi yang meningkat. Amran men­yebut luas tanam pada pe­ri­o­de Oktober hingga Desember 2025 bertambah sekitar 500 ribu hek­tare dibandingkan tahun lalu. De­ngan kondisi tersebut, pro­duksi gabah pada tahun berjalan di­perkirakan lebih tinggi, selama ti­dak terjadi gangguan besar se­perti bencana.

Terkait harga pembelian, Amran memastikan tidak ada pe­rubahan. Harga penyerapan ga­bah tetap berada di level Rp6.500 per kilogram. “Singkat saja, iya. Ma­sih (Rp6.500),” ujarnya.

Ia juga menyampaikan sis­tem penyerapan akan dilakukan se­cara kombinasi digital dan non-di­gital. Skema ini dipilih untuk me­nghindari kendala teknis di la­pangan agar proses serapan ber­ja­lan lancar dan tidak terhambat.

Selain itu, Amran menyebut tar­get penyerapan 4 juta ton tidak ter­­lalu besar jika dibandingkan de­ngan total produksi nasional ya­ng berada di kisaran 34 juta ton setara beras, atau sekitar 10-11 persen dari total produksi. De­ng­an porsi tersebut, tidak ada ren­cana penyesuaian harga pe­m­belian pemerintah (HPP) gabah.

Kebijakan penyerapan gabah s­e­mua kualitas juga tetap di­te­rapkan.

Menurut Amran, kebijakan ini memberi kepastian kepada pe­tani bahwa hasil panen tetap ter­serap,sekaligus menjaga ke­ber­lan­jutan usaha tani. “Dengan any qua­lity, kita hitung-hitungan tadi, ini ada 31 juta ton yang kita jual Rp10 ribu. Berarti kita kehilangan ka­ta­kanlah Rp1.000 atau Rp2.000. Itu nilainya Rp77 mi­liar,” kata Amran.

Meski terdapat selisih nilai ter­sebut, Amran menyebut man­faat ekonomi yang diterima pe­ta­ni jauh lebih besar karena ke­na­ikan harga dan peningkatan pro­duksi. “Tapi, untungnya rak­yat, petani, karena kenaikan har­ga, (keuntungannya) Rp132 tri­li­un. Jagung saja dengan padi. Itu belum yang lain,” ujarnya.

Amran menambahkan tanpa ke­bijakan penyerapan semua kua­litas, petani berisiko mengalami ke­rugian ketika gabah tidak ter­se­rap akibat kualitas yang ber­po­tensi membuat mereka ber­hen­ti me­na­nam karena beban ke­wa­jib­an kre­dit. Ia juga menyebut por­si gabah rusak yang sering di­persoalkan jumlahnya sangat ke­cil di­ban­di­ng­kan total produksi na­sional.

Perum Bulog menargetkan pen­yerapan 4 juta ton setara beras ser­ta 1 juta ton jagung pada 2026 se­bagai bagian dari penguatan ca­da­ngan pangan pemerintah.

Tahun lalu, hingga 31 De­sem­ber 2025, Bulog telah men­ye­rap 3,1 juta ton gabah setara be­ras serta 101,96 ribu ton ja­gung. Pada awal 2026, stok ca­da­ngan beras pemerintah Bulog ter­catat 3,24 juta ton, ditambah stok komersial sekitar 133 ribu ton. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper