
TANJUNG- Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tabalong menggelar sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek), Gedung Informasi,senin (12/1).
Adapun sosialisasi dan bimtek ini mengenai pelaporan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting pada aplikasi Aksi Konvergensi Bina Bangda Kemendagri.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Baperidda Arianto mengungkapkan angka stunting Kabupaten Tabalong di tahun 2025 mengalami peningkatan.
“Angka stunting di Tabalong pada 2025 mengalami peningkatan yakni sebesar 23,1 persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 18,1 persen,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Kemendagri menyediakan aplikasi ini untuk memantau kinerja pemerintah daerah dalam pemerintah daerah terkait percepatan dan penurunan stunting.
“Sistem ini beberapa kali mengalami perubahan, khususnya pada mekanisme pelaporan dan pengisian data,” ujarnya.
Ditenpat yang sama, Wakil Bupati Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf mengatakan, sosialisasi dan bimtek ini sangat penting dilaksanakan.
Oleh karena itu, Wabup mengingatkan para Camat serta Kepala Puskesmas yang hadir sebagai peserta sosialisasi dan bimtek ini agar bersungguh-sungguh mengikutinya.
“Kalau tidak ada data yang akurat dan benar kita tidak bisa menindaklanjuti masalah stunting ini, maka dari itu kalau ada agenda lain tunda dulu, ikuti kegiatan ini,” katanya.
Ia juga menegaskan untuk Kepala Puskesmas yang melayani masyarakat agar memastikan data kita benar-benar terinput dengan baik.
“Agar nantinya dalam menganalisis dan menangani masalah stunting bisa tepat sasaran serta bisa benar-benar turun angka stuntingnya,” tegasnya.
Wabup yakin apabila seluruh pihak bergotong-royong, bekerja dengan ikhlas, tegas dan tepat sasaran, angka stunting Tabalong akan turun.
“Semoga terbangun kesamaan persepsi terhadap ASN kita di tingkat kecamatan dan puskesmas serta menguatnya sinergitas lintas sektor dalam upaya menurunkan angka stunting,” pungkasnya.yan/rds

