Mata Banua Online
Senin, Januari 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Walikota Salurkan Bantuan UPZ Bank Kalsel

by Mata Banua
11 Januari 2026
in Bank Kalsel
0

 

Walikota Banjarmasin HM Yamin saat menyalurkan bantuan UPZ Bank Kalsel kepada warga terdampak banjir. ist

BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus berkomitmen dalam penanganan banjir, khususnya di kawasan Sungai Gampa, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara dan Kampung Sasirangan RT 17, Kelurahan Sungai Jingah.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\12 Januari 2026\7\7\adv bank kalsel.jpg

Bank Kalsel Gelar Ramah Tamah Bersama Pemkab HSU

11 Januari 2026
Bantuan RP145 Juta dari Bank Kalsel Jadi Harapan Warga

Bantuan RP145 Juta dari Bank Kalsel Jadi Harapan Warga

11 Januari 2026

Hal tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung oleh Walikota Banjarmasin HM Yamin HR, ke wilayah terdampak banjir yang berada di kawasan perbatasan dan tergolong terpencil, Jumat (9/1/2026) malam.

Dalam peninjauan tersebut, Walikota didampingi Ketua TP PKK Banjarmasin Hj. Neli Listriani, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri, serta sejumlah anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara.

“Kehadiran pemerintah ini sekaligus menjadi bentuk perhatian kepada sekitar 160 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di kawasan Sungai Gampa,” ungkapnya.

Sedangkan di Kampung Sasirangan RT 17, Kelurahan Sungai Jingah. Ada tercatat berdampak pada sekitar 150 kepala keluarga (KK) dengan kondisi genangan yang masih mengganggu aktivitas warga.

Selain meninjau kondisi sungai dan permukiman warga, Walikota Yamin juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat sebagai respons atas musibah banjir.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga serta menegaskan Pemerintah tetap hadir hingga ke wilayah pinggiran kota.

“Bantuan ini memang tidak seberapa, namun ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Terdiri dari Bank Kalsel bantuan ini, semoga bisa memberi manfaat bagi warga,” ucapnya.

Pemko Banjarmasin memastikan pemantauan terus dilakukan serta penanganan darurat dan lanjutan, yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Berdasarkan hasil pemetaan geospasial, ditemukan sejumlah titik penyempitan dan pendangkalan alur Sungai Gampa yang berpotensi memperparah genangan saat debit air meningkat. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab banjir yang berulang di kawasan tersebut.

“Dari peta geospasial terlihat ada beberapa titik menuju Sungai Alalak yang mengalami penyempitan dan kemungkinan pendangkalan. Jadi ini ke depan akan menjadi prioritas penanganan melalui pembukaan dan normalisasi sungai,” tegasnya Yamin.

Menurutnya, normalisasi Sungai Gampa hingga terhubung ke Sungai Alalak, diharapkan mampu meningkatkan daya tampung air, memperlancar aliran sungai dan mengurangi risiko banjir yang selama ini berdampak pada permukiman warga dan fasilitas umum termasuk Sekolah.

Dalam dialog bersama warga dan pihak sekolah, muncul aspirasi usulan peninggian bangunan sekolah turut disampaikan, namun menegaskan bahwa persoalan banjir harus diselesaikan secara menyeluruh.

“Tetapi Kalau hanya bangunannya yang ditinggikan, sementara sungainya tidak dibenahi, maka masalah banjir tidak akan selesai,” ujarnya.

Yamin mengharapkan, dengan pembukaan dan pendalaman sungai, ke depan sekolah-sekolah tidak lagi tergenang.

Ia juga mengingatkan, masyarakat agar memperhatikan bangunan di sekitar sungai dan tidak menutup alur air, karena hal tersebut berdampak langsung pada genangan dan banjir.

Penanganan Sungai Gampa, membutuhkan kolaborasi lintas Pemerintah, mulai dari Pemko, Pemerintah Provinsi (Pemprov) hingga Pemerintah pusat, serta Kabupaten/Kota lain yang aliran sungainya terhubung dengan Kota Banjarmasin.

Walikota Yamin menyebut, normalisasi sungai membutuhkan biaya besar dan ini harus menjadi kerja bersama. “Sungai yang lebar dan tidak dangkal akan menjadi tampungan air yang baik saat debit air tinggi,” tukasnya. rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper